Saham KRYA Terbang Tinggi, Rekomendasi Berubah
JAKARTA, BursaNusantara.com – Awal pekan ini, saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) kembali mencuri perhatian pasar modal dengan lonjakan tajam di awal sesi perdagangan.
Sekitar pukul 09.40 WIB, harga KRYA berada di level Rp 288 atau naik 11,63% dari penutupan sebelumnya, melanjutkan tren kenaikan agresif yang telah berlangsung sejak awal 2025.
Jika ditarik sepanjang tahun berjalan, saham KRYA sudah melonjak sekitar 450% dari posisi awal tahun di Rp 52, atau setara melesat dari area gocapan hingga ke level saat ini.
Dari Buy Jadi Sell
NH Korindo Sekuritas Indonesia, yang sebelumnya merekomendasikan beli untuk KRYA, kini memberikan sinyal penting kepada investor untuk mulai melepas saham tersebut.
Perubahan pandangan ini didorong lonjakan harga yang signifikan sejak rekomendasi beli pada level Rp 266, membuat potensi upside dinilai semakin terbatas.
Menurut analis NH Korindo, investor yang sudah menikmati cuan besar dari reli KRYA sebaiknya mempertimbangkan realisasi keuntungan untuk mengurangi risiko volatilitas lanjutan.
Meski prospek bisnis KRYA kini melebar ke sektor kendaraan listrik, faktor teknikal dan valuasi jangka pendek menjadi pertimbangan utama perubahan rekomendasi ini.
Masuk ke Bisnis Kendaraan Listrik
Langkah KRYA ke lini bisnis baru menjadi katalis utama sentimen pasar beberapa pekan terakhir. Perusahaan resmi mengumumkan rencana penyertaan modal ke PT Green City Traffic (GCT) dengan kepemilikan mayoritas 51%.
Total penyertaan modal ini mencapai 10.418.000 saham GCT dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham, setara Rp 10,41 miliar.
Direktur Utama KRYA, Hok Gwan, menyebut langkah ini merupakan tindak lanjut dari pengambilalihan KRYA oleh Rich Step Internasional Ltd (RICH) dan bertujuan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan kepemilikan mayoritas ini, KRYA resmi memasuki sektor kendaraan listrik, sebuah industri yang tengah berkembang pesat di Indonesia.
Profil Green City Traffic dan Merek ECGO
GCT dikenal sebagai salah satu pemain utama di pasar kendaraan listrik Tanah Air dengan merek dagang motor listrik ECGO.
Didirikan pada 2018, GCT berfokus pada pengembangan dan produksi kendaraan listrik yang ramah lingkungan, sejalan dengan tren global menuju transportasi berkelanjutan.
Produk ECGO telah membangun reputasi di segmen pasar yang sensitif terhadap harga namun tetap menuntut kualitas dan efisiensi.
Kombinasi teknologi lokal dan strategi pemasaran agresif menjadi modal penting GCT untuk memperluas pangsa pasarnya di Indonesia.
Sudut Pandang Baru: Reli Harga dan Transformasi Bisnis
Lonjakan harga KRYA sepanjang 2025 tidak hanya mencerminkan euforia pasar terhadap potensi bisnis kendaraan listrik, tetapi juga ekspektasi tinggi terhadap transformasi perusahaan pasca-akuisisi.
Investor ritel banyak yang memanfaatkan momentum kenaikan cepat ini, namun risiko koreksi tajam tetap membayangi ketika valuasi mulai melampaui fundamental jangka pendek.
Bagi pelaku pasar berpengalaman, situasi seperti ini kerap menjadi titik pertimbangan antara mengejar potensi pertumbuhan jangka panjang atau mengamankan keuntungan yang sudah ada.
Pergeseran rekomendasi NH Korindo menunjukkan bahwa meskipun prospek bisnis KRYA menjanjikan, dinamika harga di pasar modal tetap memerlukan pengelolaan risiko yang disiplin.
KRYA kini berada pada fase di mana sentimen positif industri dan aksi korporasi strategis berpadu dengan volatilitas pasar yang tinggi kombinasi yang menarik namun tidak tanpa risiko bagi para investor.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












