Geser Kebawah
BankKeuangan

Kualitas Kredit Perbankan Membaik: Bank Mandiri, BCA, BNI

167
×

Kualitas Kredit Perbankan Membaik: Bank Mandiri, BCA, BNI

Sebarkan artikel ini
kualitas kredit perbankan membaik, bank mandiri, bca, bni kompres
Kualitas kredit perbankan Indonesia semakin membaik pada 2024. Bank Mandiri, BCA, dan BNI mencatat perbaikan NPL dan strategi mitigasi risiko yang kuat.

Kualitas Kredit Perbankan Meningkat

JAKARTA, BursaNusantara.com – Sejumlah bank besar di Indonesia berhasil menjaga kualitas kredit mereka sepanjang tahun 2024. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) mengalami perbaikan yang mencerminkan ketahanan sektor perbankan dalam menghadapi tantangan ekonomi.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi salah satu bank yang menunjukkan performa positif. Pada akhir 2024, NPL gross bank ini tercatat berada di level 0,97% secara bank only, menurun dari 1,02% pada tahun sebelumnya.

Sponsor
Iklan

Sementara itu, NPL nett sedikit naik dari 0,29% menjadi 0,33% di 2024. Dengan pencapaian ini, Bank Mandiri mempertahankan posisi sebagai bank dengan rasio NPL terendah, mencerminkan penerapan manajemen risiko yang solid.

Rasio pencadangan terhadap NPL atau NPL coverage ratio Bank Mandiri juga tetap tinggi. Pada akhir 2024, NPL coverage ratio berada di posisi 304% secara bank only, turun dari 384% pada 2023.

Meskipun mengalami penurunan sebesar 80%, pencadangan ini masih lebih tinggi dibandingkan bank lain, yang menunjukkan kuatnya sistem mitigasi risiko yang diterapkan oleh perseroan.

“Penurunan NPL coverage ratio sejalan dengan peningkatan kualitas aset Bank Mandiri, yang tercermin dari penurunan NPL menjadi 0,97% pada akhir 2024 dari sebelumnya 1,02% di 2023.

Posisi NPL coverage ratio ini masih sangat sehat dan di atas rata-rata industri perbankan,” ungkap Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo.

Strategi Bank Mandiri dalam Menjaga Kualitas Kredit

Bank Mandiri terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi kredit. Dengan pendekatan selektif dan diversifikasi yang lebih baik, perseroan menargetkan rasio NPL tetap stabil pada 2025.

“Kami akan terus memperkuat penerapan manajemen risiko, termasuk strategi selektif dalam pemberian kredit. Dengan menjaga kualitas aset, Bank Mandiri memastikan profitabilitas yang berkelanjutan,” jelas Sigit.

Selain itu, Bank Mandiri berfokus pada peningkatan kualitas aset dengan memperkuat kebijakan prudential banking. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis yang sehat serta mendukung perekonomian nasional.

BCA dan BNI Juga Tunjukkan Tren Positif

Selain Bank Mandiri, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga mencatatkan perbaikan kualitas kredit sepanjang 2024. NPL gross BCA secara bank only berada di level 1,78%, membaik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 1,86%. Sementara itu, NPL nett 2024 tercatat sebesar 0,59%, sedikit meningkat dari 0,58% pada 2023.

Perbaikan kualitas kredit ini turut berdampak pada pemangkasan NPL coverage ratio BCA yang turun menjadi 208,5% pada 2024 dari sebelumnya 234,1% pada 2023. Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, menjelaskan bahwa penurunan rasio ini terjadi karena kualitas kredit yang semakin membaik.

“NPL coverage ratio turun karena NPL makin membaik. Untuk tahun ini harus dijalani dulu, nggak bisa prediksi,” ujar Jahja.

Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) juga mencatatkan penurunan NPL gross menjadi 1,97% pada 2024, membaik dari 2,14% pada 2023. Loan at risk (LAR) BNI juga mengalami perbaikan signifikan ke level 10,3% dari sebelumnya 12,9%.

Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini, menegaskan bahwa meskipun kualitas aset membaik, BNI tetap berhati-hati dalam ekspansi bisnisnya.

“Kami tetap bertumbuh secara konservatif di tengah ketidakpastian global. Fundamental yang solid menjadi landasan utama bagi BNI untuk mempertahankan pertumbuhan yang sehat,” ungkap Novita.

Proyeksi Perbankan 2025: Konservatif namun Optimis

Para ekonom menilai perbaikan kualitas kredit ini menunjukkan peningkatan manajemen risiko yang lebih baik dari sektor perbankan. Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto, mengungkapkan bahwa penurunan pencadangan terhadap NPL bisa disebabkan oleh perbaikan kolektibilitas kredit.

“Seiring dengan perbaikan kualitas kredit, pencadangan terhadap NPL mengalami penurunan. Hal ini bisa berdampak pada peningkatan pendapatan bank, meskipun strategi yang diterapkan berbeda-beda di setiap bank,” ujar Ryan.

Ia juga menyoroti perbedaan strategi antara bank dalam menjaga coverage ratio mereka. Bank yang lebih konservatif cenderung menjaga coverage ratio tetap tinggi untuk menghadapi potensi risiko di masa depan. Sebaliknya, bank dengan pendekatan lebih agresif cenderung menurunkan pencadangan untuk meningkatkan profitabilitas.

Secara keseluruhan, industri perbankan Indonesia menunjukkan ketahanan yang baik dalam menjaga kualitas kredit di tengah dinamika ekonomi global. Dengan strategi manajemen risiko yang prudent, sektor perbankan diproyeksikan tetap stabil dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru