KeuanganLainnya

Kunci Keberlanjutan Dana Haji: Analisis Makroekonomi BPKH

141
kunci keberlanjutan dana haji analisis makroekonomi bpkh kompres
Sulistyowati ungkap faktor makroekonomi kunci bagi keberlanjutan dana haji BPKH. Temuan disertasi ini jadi panduan strategis untuk kebijakan investasi dana haji.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memiliki peran vital dalam mengelola dana haji secara efektif dan berkelanjutan. Menyadari tantangan ekonomi global, Dr. Sulistyowati, Anggota Badan Pelaksana BPKH, memaparkan temuan penting dalam disertasinya yang baru saja berhasil dipertahankan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti, Jakarta.

Penelitian yang mendalam ini mengungkap bagaimana variabel ekonomi makro, seperti pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, suku bunga, inflasi, dan performa pasar modal syariah (diwakili oleh Jakarta Islamic Index), memengaruhi keberlanjutan dana haji di Indonesia.

Faktor Kunci Keberlanjutan Dana Haji

Dalam analisisnya, Dr. Sulistyowati menggunakan pendekatan model sistem dinamis untuk memahami interaksi berbagai variabel ekonomi makro dengan pengelolaan dana BPKH. Temuan pentingnya meliputi:

  1. Pertumbuhan Ekonomi: Stabilitas ekonomi memberikan dampak signifikan terhadap nilai manfaat dana haji.
  2. Inflasi dan Nilai Tukar: Fluktuasi inflasi dan nilai tukar memiliki korelasi langsung dengan hasil investasi BPKH.
  3. Suku Bunga dan Pasar Modal Syariah: Tingkat suku bunga memengaruhi investasi berbasis syariah, sementara pasar modal syariah, seperti JII, menjadi indikator performa investasi dana haji.

Rekomendasi Strategis

Berdasarkan temuan tersebut, Sulistyowati merekomendasikan langkah strategis berikut:

  • Revisi UU No. 34 Tahun 2014: Penting untuk memperbarui regulasi agar investasi dana haji lebih moderat, fleksibel, dan sesuai dengan dinamika ekonomi global.
  • Kebijakan Distribusi Nilai Manfaat: Pemerintah perlu menjaga keadilan pembagian nilai manfaat untuk jemaah tunggu dan jemaah berangkat, sehingga keberlanjutan dana haji tetap terjaga.

Penghargaan Akademik

Dr. Sulistyowati lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Peran Badan Pengelola Keuangan Haji terhadap Dana Kelolaan Haji yang Berkelanjutan di Indonesia melalui Pendekatan Model Sistem Dinamis”.

Sidang terbuka promosi Doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Yolanda Masnita Siagian, dengan tim penguji yang terdiri dari akademisi terkemuka seperti Prof. Dr. Khomsiyah dan Dr. Fadlul Imansyah.

Dukungan Investasi dari Jepang

Selain pencapaian akademik, BPKH menerima investasi strategis dari Kyotsu Co., Ltd. Jepang di penghujung tahun 2024. Hal ini diharapkan memperkuat kapasitas pengelolaan dana haji dan mendukung rencana pengembangan di tahun 2025.

Kunci Keberlanjutan Dana Haji: Analisis Makroekonomi BPKH

Kontribusi Kebijakan Berkelanjutan

Penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan akademis tetapi juga berkontribusi pada pengembangan kebijakan pengelolaan keuangan haji yang lebih efektif. Temuan ini diharapkan menjadi panduan strategis bagi pemerintah, BPKH, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan.

BPKH terus berkomitmen untuk memainkan peran penting dalam ekosistem logistik nasional, menjaga keberlanjutan dana haji, dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh umat Islam yang akan menunaikan ibadah haji.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version