JAKARTA, BursaNusantara.com – Emiten batu bara PT ABM Investama Tbk (ABMM), yang dikenal sebagai salah satu saham favorit investor kawakan Lo Kheng Hong, merilis laporan keuangan tahun buku 2024. Laporan tersebut menunjukkan penurunan laba signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan Laba dan Pendapatan ABMM
ABMM mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 139,36 juta pada 2024. Angka ini turun 51,77% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai US$ 289 juta.
Penurunan laba ini disebabkan oleh merosotnya pendapatan dari kontrak dengan pelanggan menjadi US$ 1,2 miliar pada akhir 2024. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan US$ 1,49 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, beban pokok pendapatan ABMM tercatat sebesar US$ 1,06 miliar, hampir sama dengan tahun 2023 yang mencapai US$ 1,1 miliar.
Laba bruto perseroan mengalami penurunan drastis menjadi US$ 131,19 juta, dibandingkan US$ 392,04 juta pada 2023. Dampaknya, laba per saham juga menurun menjadi US$ 0,05062, dari US$ 0,10497 di periode yang sama tahun lalu.
Per akhir 2024, kas dan setara kas ABMM tercatat US$ 170,31 juta, sementara utang bank jangka pendeknya mencapai US$ 107,19 juta.
Saham ABMM Tertekan, Valuasi Terlihat Murah
Sejalan dengan kinerja keuangan yang melemah, saham ABMM juga mengalami tekanan di pasar modal. Pada 12 Maret 2025, harga saham ABMM turun 0,63% ke level Rp 3.160. Secara year to date (YTD), saham ini telah melemah 10,73%.
Dari segi valuasi, ABMM saat ini memiliki rasio price to book value (PBV) sebesar 0,64 kali, menunjukkan bahwa sahamnya sedang diperdagangkan dengan diskon dibandingkan nilai bukunya. Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) berada di angka 3,86 kali, yang masih tergolong murah dibandingkan rata-rata industri.
Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan di ABMM
Investor kawakan Lo Kheng Hong tetap mempertahankan kepemilikan sahamnya di ABMM. Per 11 Maret 2025, ia tercatat memiliki 150.520.700 saham, setara 5,47% dari total saham ABMM. Bahkan, pada Februari 2025, ia sempat menambah kepemilikannya di emiten batu bara ini.
Dengan valuasi yang menarik dan kepemilikan investor ternama seperti Lo Kheng Hong, saham ABMM masih menjadi perhatian para pelaku pasar. Namun, tantangan dari sisi kinerja keuangan dan fluktuasi harga batu bara akan tetap menjadi faktor utama dalam pergerakan sahamnya ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












