JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat pertumbuhan laba bersih secara bank only sebesar 6,01% year on year (yoy) hingga Februari 2025. Laba yang diraih mencapai Rp 7,58 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, pertumbuhan laba ini mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Januari 2025, laba BMRI tumbuh 4,46% yoy menjadi Rp 4,00 triliun, tetapi laba yang dikumpulkan sepanjang Februari hanya Rp 3,58 triliun atau turun 10,54% month to month (mtm).
Margin Bunga Terpangkas, NIM Turun
Salah satu faktor yang menyebabkan tekanan pada laba BMRI adalah penurunan net interest margin (NIM).
- NIM pada Januari 2025 masih 4,42%, tetapi turun menjadi 3,99% di Februari 2025.
- Manajemen BMRI menargetkan NIM konsolidasian berada di kisaran 5,0-5,2% sepanjang 2025.
- Biaya kredit (cost of credit/CoC) tetap dijaga dalam rentang 1,0-1,2%, dengan target pertumbuhan kredit 11,0-13,0% yoy.
Penurunan NIM ini berimbas pada pendapatan bunga bersih (net interest income/NII), yang meskipun masih tumbuh 6,60% yoy menjadi Rp 12,55 triliun, mengalami kontraksi 8,20% mtm.
Kredit Tumbuh 19,05%, Pendapatan Bunga Naik
Kredit yang disalurkan BMRI terus meningkat seiring dengan pertumbuhan bisnis perbankan nasional.
- Hingga Februari 2025, total kredit tumbuh 19,05% yoy menjadi Rp 1.307,64 triliun.
- Kredit ini menghasilkan pendapatan bunga Rp 19,33 triliun, naik 12,66% yoy tetapi turun 6,68% mtm.
- Beban bunga ikut naik 25,90% yoy, meski turun 3,81% mtm menjadi Rp 6,78 triliun.
Di luar pendapatan bunga, BMRI juga mengandalkan pendapatan dari komisi dan provisi.
- Pendapatan komisi tumbuh 22,02% yoy menjadi Rp 2,96 triliun.
- Provisi mengalami penurunan 8,38% yoy, tercatat sebesar Rp 1,47 triliun.
CASA Tertekan, Deposito Meningkat
Bank Mandiri mencatat total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 1.414,41 triliun, naik 16,98% yoy dan 1,44% mtm.
Peningkatan DPK didorong oleh kenaikan deposito, meskipun hal ini berdampak pada penurunan rasio current account saving account (CASA).
- Giro: Rp 579,11 triliun (+12,57% yoy, -1,63% mtm).
- Tabungan: Rp 527,28 triliun (+14,54% yoy, +2,05% mtm).
- Deposito: Rp 308,00 triliun (+31,43% yoy, +6,58% mtm).
Dari komposisi DPK tersebut, CASA tercatat Rp 1.106,40 triliun, naik 13,50% yoy tetapi hanya 0,09% mtm.
Namun, rasio CASA mengalami penurunan sebagai dampak dari strategi penghimpunan deposito.
- CASA Februari 2025: 78,22%.
- CASA Februari 2024: 80,62%.
- CASA Januari 2025: 79,28%.
Aset dan Profitabilitas Bank Mandiri
Total aset BMRI mencapai Rp 1.937,46 triliun, tumbuh 16,37% yoy, sementara liabilitas meningkat 17,79% yoy menjadi Rp 1.671,86 triliun.
Namun, profitabilitas mengalami tekanan, tercermin dari penurunan rasio return on asset (ROA) dan return on equity (ROE).
- ROA Februari 2025: 0,39% (Februari 2024: 0,43%).
- ROE Februari 2025: 2,86% (Februari 2024: 2,91%).
Kendati laba tumbuh secara tahunan, tantangan dalam mempertahankan NIM dan rasio CASA masih menjadi perhatian utama BMRI dalam menjaga stabilitas profitabilitas ke depan.












