Geser Kebawah
BisnisEnergi

Laba Bersih AKRA Tembus Rp2,47 T: Efek Dominasi JIIPE

90
×

Laba Bersih AKRA Tembus Rp2,47 T: Efek Dominasi JIIPE

Sebarkan artikel ini
Laba Bersih AKRA Tembus Rp2,47 T Efek Dominasi JIIPE
Laba bersih AKRA naik 11% menjadi Rp2,47 triliun di 2025. Pendapatan melonjak berkat performa kawasan industri & utilitas. Simak analisis fundamentalnya di sini

Diversifikasi Bisnis Perkuat Ketahanan Emiten di Tengah Volatilitas Global

JAKARTA, BursaNusantara.com – Mengandalkan satu lini bisnis di tengah fluktuasi harga komoditas global adalah strategi berisiko yang mulai ditinggalkan oleh raksasa logistik dan infrastruktur nasional.

Ketahanan sebuah emiten kini diuji dari seberapa besar kontribusi pendapatan berulang (recurring income) mampu menambal volatilitas di sektor perdagangan konvensional.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melaporkan laba bersih sebesar Rp2,47 triliun sepanjang tahun buku 2025, mencatatkan pertumbuhan sebesar 11 persen secara tahunan (year-on-year).

Berdasarkan keterangan resmi pada Rabu (18/3/2026), pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan pendapatan perseroan yang mencapai Rp46,02 triliun, meningkat 18,82 persen dibandingkan tahun 2024.

Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari model bisnis yang terdiversifikasi, terutama pada pengembangan kawasan industri JIIPE.

Mengapa Penjualan Lahan JIIPE Melonjak Hingga 107 Persen?

Segmen kawasan industri muncul sebagai mesin pertumbuhan baru dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,74 triliun sepanjang tahun lalu.

Lonjakan ini dipicu oleh peningkatan penjualan lahan yang mencapai 107 persen serta kenaikan pendapatan utilitas sebesar 129 persen seiring aktifnya para anchor tenants.

Di sisi lain, segmen Perdagangan dan Distribusi tetap memberikan kontribusi solid dengan laba kotor sebesar Rp3 triliun meski menghadapi pelemahan aktivitas pertambangan.

Menurut Haryanto, fokus perusahaan ke depan adalah mempercepat pengembangan utilitas di JIIPE guna memperkuat visibilitas pendapatan jangka panjang dan meningkatkan kontribusi pendapatan berulang.

Strategi ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas profitabilitas saat harga komoditas global berada dalam kondisi yang menantang dan volatil.

Efisiensi Kas Menakjubkan: Siklus Konversi Kas Minus 1 Hari

Ketangguhan finansial AKRA tercermin pada neraca keuangan yang sangat sehat dengan rasio net gearing berada di level negatif -0,08x.

Perseroan mencatatkan EBITDA sebesar Rp3,67 triliun dengan tingkat pengembalian ekuitas (Return on Equity) sebesar 20 persen dan Return on Asset (ROA) sebesar 7 persen.

Indikator efisiensi yang paling menonjol adalah Cash Conversion Cycle yang tercatat -1 hari, menunjukkan kemampuan luar biasa dalam pengelolaan modal kerja.

Hingga akhir 2025, total aset perusahaan mencapai Rp36,6 triliun dengan struktur permodalan yang kuat, terlihat dari rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang hanya 0,3x.

Manajemen menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketahanan energi nasional melalui perluasan infrastruktur LNG dan distribusi biodiesel, terutama di wilayah Indonesia Timur.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Tinggalkan Balasan