Geser Kebawah
BisnisHeadlineOtomotif

Laba Bersih ASII Anjlok 16%: Sinyal Bahaya Alat Berat?

49
×

Laba Bersih ASII Anjlok 16%: Sinyal Bahaya Alat Berat?

Sebarkan artikel ini
Laba Bersih ASII Anjlok 16% Sinyal Bahaya Alat Berat
Laba Bersih ASII turun 16% ke Rp5,9 triliun terseret bisnis tambang dan UNTR. Cek analisis fundamental dan risiko utangnya disini!

Beban Tambang Menggerus Ketahanan Diversifikasi Grup Astra

Penjualan unit alat berat merek Komatsu merosot tajam sebesar 20 persen.

Distribusi alat berat berat tersebut hanya mencapai 1.107 unit akibat lesunya penyerapan dari pelaku sektor tambang.

Bagi pemegang saham, tekanan ganda dari pengetatan regulasi RKAB dan pembengkakan biaya ekspansi UNTR ini menuntut kalibrasi ulang terhadap valuasi fundamental emiten komoditas.

Penopang Baru Laba Bersih ASII: Diversifikasi Sukses Cetak Margin?

Guncangan margin di sektor ekstraktif beruntung berhasil diimbangi oleh kinerja cemerlang dari divisi operasional perseroan lainnya.

Laba bersih divisi Otomotif dan Mobilitas ASII berhasil membukukan pertumbuhan sebesar 4 persen.

Angka keuntungan segmen kendaraan merangkak naik menuju level Rp2,4 triliun.

Pencapaian ini melampaui raihan Rp2,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Ketahanan margin divisi otomotif ini didukung oleh solidnya bisnis mobilitas dan komponen walau volume penjualan mobil domestik lebih rendah.

Divisi Jasa Keuangan turut memberikan kontribusi krusial dengan peningkatan laba bersih sebesar 6 persen.

Profitabilitas layanan finansial tersebut sukses mencapai Rp2,3 triliun.

Lonjakan ini ditopang oleh tingginya kontribusi bisnis pembiayaan konsumen yang dibarengi dengan peningkatan nilai portofolio pembiayaan.

Laba bersih divisi Agribisnis ASII mencatatkan lonjakan impresif sebesar 35 persen.

Segmen perkebunan tersebut menyumbangkan keuntungan bersih senilai Rp298 miliar.

Kinerja agribisnis terdorong oleh peningkatan penjualan minyak kelapa sawit mentah (CPO) beserta produk turunannya sebesar 6 persen.

Total volume penjualan komoditas cair tersebut berhasil menembus 457.000 ton.

Keuntungan tebal ini dieksekusi di tengah stabilnya harga CPO yang dipatok pada Rp14.556 per kg.

Divisi Infrastruktur perseroan ikut bersinar terang dengan mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 32 persen.

Laba dari infrastruktur tersebut melonjak menembus angka Rp343 miliar.

Pencapaian ini berhasil direalisasikan berkat penyesuaian tarif jalan tol yang lebih tinggi dan peningkatan padatnya volume lalu lintas.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan