Geser Kebawah
BankKeuangan

Laba Bersih Bank Danamon Tergerus, Turun 9,1% pada 2024

136
×

Laba Bersih Bank Danamon Tergerus, Turun 9,1% pada 2024

Sebarkan artikel ini
Laba Bersih Bank Danamon Tergerus, Turun 9,1% pada 2024
Laba bersih Bank Danamon (BDMN) turun 9,1% yoy pada 2024 menjadi Rp3,18 triliun meski pendapatan bunga bersih naik. Beban operasional jadi penyebab utama.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Danamon Tbk (BDMN) hanya membukukan laba bersih sebesar Rp3,18 triliun pada 2024, turun 9,1% year-on-year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,55 triliun.

Penurunan laba ini terjadi meskipun pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya mengalami peningkatan.

Sponsor
Iklan

Pendapatan dan Kinerja Keuangan

Pendapatan Bunga Bersih dan Operasional Naik

Pendapatan bunga bersih BDMN pada 2024 naik 2,5% yoy menjadi Rp15,6 triliun. Selain itu, pendapatan operasional lainnya juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,7% yoy menjadi Rp4,63 triliun.

Beban Operasional Membengkak, Laba Bersih Tertekan

Meski pendapatan meningkat, laba bersih BDMN tetap tertekan akibat lonjakan beban operasional. Kinerja pendapatan operasional bersih pada 2024 hanya mencapai Rp4,24 triliun, lebih rendah 11,2% yoy dibandingkan Rp4,78 triliun pada 2023.

Strategi Manajemen dalam Menghadapi Tantangan

Manajemen: Strategi Pertumbuhan dan Efisiensi Seimbang

Daisuke Ejima, Direktur Utama BDMN, menyatakan bahwa kinerja perusahaan pada 2024 mencerminkan strategi pertumbuhan bisnis yang seimbang dengan efisiensi operasional.

“Kami berhasil mendapatkan keuntungan yang signifikan dengan tetap menjalankan bisnis secara hati-hati, serta fokus pada efisiensi.

Kami juga tetap menjaga kualitas aset agar tetap terjaga dalam kondisi pasar yang dinamis,” ujar Daisuke dalam konferensi pers, Selasa (18/2).

Dana Pihak Ketiga Tumbuh 9%, Kualitas Kredit Terjaga

Meskipun profitabilitas mengalami perlambatan, BDMN mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 9% yoy menjadi Rp153,2 triliun pada 2024.

Selain itu, kualitas kredit juga tetap terjaga, dengan Non Performing Loan (NPL) bruto hanya sebesar 1,9% per Desember 2024.

Manajemen Optimis Hadapi Tantangan ke Depan

Muljono Tjandra, Direktur Keuangan BDMN, menegaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan keberhasilan bank dalam mengelola risiko kredit dan memperkuat posisi keuangan.

“Pencapaian ini menunjukkan upaya BDMN dalam mengelola risiko kredit dengan baik dan memperkuat posisi bank dalam menghadapi potensi risiko di masa depan,” ungkap Muljono.

Outlook 2025: Fokus pada Pertumbuhan dan Efisiensi

Melihat kinerja 2024, Bank Danamon diprediksi akan terus berfokus pada strategi pertumbuhan yang berkelanjutan serta efisiensi biaya untuk menghadapi tantangan ekonomi di tahun 2025.

Optimisme ini didukung oleh fundamental bank yang tetap solid serta manajemen risiko yang kuat.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru