JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kinerja impresif sepanjang kuartal pertama 2025 dengan laba bersih mencapai Rp14,1 triliun, meningkat 9,8% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Secara kuartalan, pertumbuhan laba juga positif sebesar 2,8%, menandai keberlanjutan strategi ekspansi yang efektif meski di tengah dinamika pasar keuangan.
Pendapatan Tumbuh Solid, Kredit Berkelanjutan Naik 19%
Pertumbuhan laba BCA didukung oleh lonjakan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp21,1 triliun, atau tumbuh 7,1% yoy. Pendapatan non-bunga juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 8,1% menjadi Rp6,8 triliun.
Dari sisi intermediasi, total penyaluran kredit BCA mencapai Rp941 triliun per akhir Maret 2025, naik signifikan sebesar 12,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kredit kepada sektor berkelanjutan menjadi sorotan utama dengan pertumbuhan 19% dan menyumbang Rp235 triliun terhadap portofolio kredit.
Pertumbuhan terjadi di seluruh segmen kredit:
- Kredit korporasi tumbuh 13,9%
- Kredit komersial naik 9,9%
- Kredit usaha kecil dan menengah (UKM) meningkat 12,9%
- Kredit konsumer mencatat kenaikan 11,3%
Meski demikian, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tercatat sedikit naik menjadi 2%, dibandingkan 1,9% pada kuartal I-2024.
Momentum Ramadan dan BCA Expoversary Dorong Penyaluran Kredit
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, menjelaskan bahwa momen Ramadan dan Idulfitri turut memperkuat permintaan kredit. Ajang BCA Expoversary 2025 yang digelar selama kuartal pertama juga berkontribusi positif terhadap pertumbuhan kredit konsumer.
Melihat tingginya minat masyarakat, BCA memutuskan memperpanjang program hingga 30 April 2025 untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan.
“BCA terus berkomitmen mendukung perekonomian nasional melalui penyaluran kredit secara selektif dan strategis. Kami tetap optimistis terhadap pertumbuhan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan,” kata Jahja dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/4).
Efisiensi Pendanaan dan Lonjakan Transaksi Digital
Margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) BCA meningkat dari 5,6% menjadi 5,8%, didorong efisiensi struktur pendanaan. Rasio dana murah (Current Account and Savings Account/CASA) naik menjadi 82,9%, lebih tinggi dari 81,2% pada periode yang sama tahun lalu.
Namun, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tercatat hanya 6,5% menjadi Rp1.193 triliun. Hal ini menyebabkan rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) naik dari 71,2% menjadi 82,9%, menunjukkan meningkatnya utilisasi likuiditas.
Pada sisi digitalisasi, BCA menunjukkan akselerasi signifikan. Bank ini memproses 9,9 miliar transaksi digital selama kuartal pertama 2025, tumbuh 19% yoy. Sebagian besar berasal dari layanan mobile dan internet banking, yang mencapai 8,8 miliar transaksi.
Peningkatan signifikan ini mencerminkan pergeseran perilaku nasabah ke arah layanan digital yang lebih cepat, efisien, dan aman, serta mencerminkan kesiapan BCA dalam menjawab kebutuhan nasabah di era transformasi digital.
Dengan pencapaian ini, BCA mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bank swasta terbesar yang tidak hanya berhasil menumbuhkan laba secara konsisten, tetapi juga aktif berinovasi untuk memperluas jangkauan dan efisiensi layanan keuangan digital di Indonesia.











