Kinerja Keuangan TBIG Kuartal I-2025 Tumbuh Positif
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (IDX:TBIG), emiten menara Grup Saratoga, membukukan laba bersih Rp 413,39 miliar pada kuartal pertama tahun 2025.
Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 18,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 349,84 miliar.
Pendapatan TBIG juga mencatat pertumbuhan, mencapai Rp 1,73 triliun pada kuartal I-2025 atau naik 1,58% dari Rp 1,7 triliun di kuartal pertama 2024.
Kenaikan laba bersih ini menunjukkan efisiensi operasional yang tetap terjaga meskipun beban pokok pendapatan meningkat.
Baca Juga: Daftar 14 Dividen Jumbo Saham Mei: PGAS, HMSP, TLKM Yield Menarik
Pendapatan Didukung Segmen Menara dan Fiber Optik
Dari sisi profitabilitas, laba bruto TBIG sedikit naik menjadi Rp 1,25 triliun dibandingkan Rp 1,24 triliun pada kuartal I-2024. Namun, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi Rp 473,32 miliar dari Rp 464,56 miliar tahun lalu.
Secara rinci, pendapatan utama TBIG masih berasal dari bisnis menara telekomunikasi dengan kontribusi Rp 1,58 triliun, meningkat dari Rp 1,56 triliun pada kuartal I-2024.
Pendapatan segmen fiber optik juga tumbuh cukup signifikan menjadi Rp 150,73 miliar, naik dari Rp 136,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan dari properti investasi tetap stabil di angka Rp 875 juta, menunjukkan segmen ini belum memberikan kontribusi besar terhadap total pendapatan perusahaan.
Neraca TBIG Menunjukkan Posisi Keuangan yang Lebih Sehat
Pada kuartal pertama 2025, total aset TBIG tercatat sebesar Rp 44,95 triliun, turun dari Rp 47,31 triliun pada akhir 2024. Penurunan ini diikuti oleh penurunan liabilitas menjadi Rp 34,07 triliun dari Rp 36,75 triliun.
Di sisi lain, ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp 10,88 triliun, lebih tinggi dibanding posisi akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 10,56 triliun. Hal ini mencerminkan peningkatan nilai bersih perusahaan.
Saldo kas dan setara kas tercatat Rp 549,88 miliar per 31 Maret 2025, mengalami penurunan dari Rp 695,83 miliar di periode sama tahun sebelumnya, namun tetap berada dalam kondisi likuid yang cukup untuk mendukung operasi dan investasi perusahaan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












