BOLT Pacu Ekspansi 4W di Tengah Lonjakan Laba
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) menutup paruh pertama 2025 dengan kinerja yang mencengangkan, mencatat lonjakan laba bersih 118,7% menjadi Rp 67 miliar dibandingkan Rp 30 miliar pada periode sama tahun lalu, terutama berkat lompatan penjualan suku cadang otomotif dan ekspor.
Pertumbuhan pendapatan mencapai 15,4% year-on-year (YoY), didorong kenaikan tajam penjualan segmen suku cadang otomotif dari Rp 55 miliar menjadi Rp 166 miliar, hasil konsolidasi PT Garuda Metal Utama sebagai produsen komponen berkualitas tinggi.
Segmen ekspor juga berkontribusi signifikan dengan pertumbuhan 35,8% menjadi Rp 58 miliar, dipacu permintaan kuat dari Jerman yang naik 23,1% YoY dan India yang melonjak 30,7% YoY.
Margin Bruto Menguat, Efisiensi Jadi Kunci
Manajemen BOLT mengungkapkan laba bruto naik 53,3% YoY menjadi Rp 165 miliar, dengan margin bruto terdongkrak ke 20,4% dari 15,3% setahun sebelumnya.
Kombinasi harga bahan baku yang lebih kompetitif, efisiensi proses produksi, dan stabilitas biaya menjadi faktor utama peningkatan margin ini.
EBITDA melonjak 61,9% menjadi Rp 122 miliar, dengan margin meroket dari 10,7% ke 15,0%, menegaskan efektivitas strategi operasional perseroan.
Dominasi di Pasar 2W, Incar Porsi Lebih di 4W
Selama ini, sekitar 90% penjualan BOLT masih berasal dari pasar domestik, dengan pangsa pasar sekitar 70% di segmen kendaraan roda dua (2W).
Namun, di segmen kendaraan roda empat (4W), pangsa pasar perseroan baru sekitar 10–15%, sebagian besar masih dikuasai komponen impor dari produsen mobil Jepang.
Kebijakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan pembatasan impor membuka celah besar bagi pemasok lokal untuk merebut pasar ini.
BOLT menargetkan penjualan segmen 4W tumbuh 10% pada 2025, seiring mulai masuknya proyek-proyek lokalisasi komponen ke dalam daftar pesanan.
Strategi Lokalisasi Jadi Andalan
Manajemen menegaskan fokus utama tahun ini adalah mengejar lebih banyak proyek lokalisasi untuk memperluas pangsa pasar 4W.
Langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan pasar otomotif nasional terhadap komponen impor, sekaligus memperkuat posisi BOLT di rantai pasok industri.
Peluang tersebut dinilai strategis, mengingat tren industri otomotif Indonesia mulai bergeser ke arah penggunaan komponen buatan lokal.
Diversifikasi ke Sektor Non-Otomotif
Selain fokus otomotif, BOLT juga gencar menggarap sektor non-otomotif seperti pertambangan, manufaktur, serta minyak dan gas.
Penjualan di segmen ini tumbuh 45,8% YoY menjadi Rp 37 miliar, berkat produksi massal alat berat dan mesin industri sejak kuartal pertama 2025.
Diversifikasi ini tidak hanya memperluas sumber pendapatan, tetapi juga meminimalkan risiko fluktuasi permintaan di sektor otomotif.
Ekspansi Ekspor di Tengah Pergeseran Rantai Pasok
Di pasar global, BOLT memanfaatkan momentum pergeseran rantai pasok dari China dengan menargetkan pertumbuhan ekspor 30% sepanjang 2025.
Fokus ekspor diarahkan ke pasar Eropa dan India, sementara produksi massal untuk pasar baru seperti Meksiko mulai menjadi penopang pertumbuhan.
Strategi ekspor ini dinilai krusial untuk memperluas basis pelanggan dan meningkatkan penetrasi produk di pasar internasional.
Target Ambisius dan Tiga Pilar Pertumbuhan
Untuk tahun 2025, BOLT membidik pertumbuhan pendapatan 15–20% dan kenaikan laba bersih 20–25%.
Tiga pilar strategi yang akan dijalankan meliputi peningkatan penetrasi di segmen 4W, percepatan ekspansi ekspor ke pasar potensial, dan peningkatan kontribusi dari sektor non-otomotif.
Dengan performa semester I yang impresif dan dukungan strategi terarah, BOLT optimistis dapat menjaga momentum positif hingga akhir tahun.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari transformasi perseroan menuju pemain dominan di pasar komponen otomotif domestik dan global.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










