Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Laba BSDE 2025 Turun 42 Persen Menjadi Rp2,54 Triliun

33
×

Laba BSDE 2025 Turun 42 Persen Menjadi Rp2,54 Triliun

Sebarkan artikel ini
Laba BSDE 2025 Turun 42 Persen Menjadi Rp2,54 Triliun
Laba BSDE 2025 merosot 42% menjadi Rp2,54 triliun meski marketing sales tembus Rp10 triliun. Simak rincian margin laba dan proyek unggulan BSD City di sini!

Marketing Sales Capai Rp10,04 Triliun di Tengah Penurunan Margin Laba

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)membukukan Laba BSDE 2025 senilai Rp2,54 triliun sepanjang tahun buku tersebut.

Capaian ini tercatat lebih rendah 42 persen dibandingkan dengan perolehan pada tahun 2024 yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar Rp4,36 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan pada Jumat (6/3/2026), perseroan meraup pendapatan usaha sebesar Rp12,79 triliun.

Realisasi pendapatan tersebut mengalami penurunan sebesar 7,2 persen dari posisi tahun sebelumnya yang menyentuh angka Rp13,8 triliun.

Pelemahan ini dipengaruhi oleh pergeseran struktur pendapatan di mana kontribusi pendapatan berulang (recurring income) menyusut dari 16 persen menjadi 14 persen.

Sebaliknya, porsi pendapatan dari sektor pembangunan (development revenue) meningkat menjadi 86 persen dari total pemasukan perseroan.

Pergeseran Kontribusi Pendapatan dan Kontraksi Margin

Penurunan porsi pendapatan berulang memberikan dampak langsung terhadap margin laba bersih perseroan secara keseluruhan.

Margin laba bersih atau net profit margin (NPM) tercatat turun dari posisi 32 persen menjadi 20 persen pada akhir periode 2025.

Laba kotor perseroan turut terkontraksi sebesar 8 persen menjadi Rp8,1 triliun seiring dengan melemahnya kinerja topline.

Indikator EBITDA perusahaan dilaporkan anjlok hingga 28,3 persen secara tahunan menjadi Rp4,8 triliun.

Kondisi ini menyebabkan margin EBITDA mengalami penurunan dari level 48 persen pada tahun 2024 menjadi 38 persen di tahun 2025.

Meskipun margin mengalami tekanan, perseroan tetap agresif melakukan ekspansi dengan meningkatkan belanja modal sebesar 15,2 persen menjadi Rp5,3 triliun.

Realisasi Prapenjualan Melampaui Target Tahunan

Di sisi operasional, perseroan menunjukkan ketahanan melalui pencapaian angka prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp10,04 triliun.

Angka tersebut sedikit melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp10 triliun dan tumbuh 3 persen dibandingkan capaian 2024 senilai Rp9,72 triliun.

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, mengungkapkan bahwa hasil ini mencerminkan kuatnya permintaan terhadap portofolio produk perseroan di tengah dinamika pasar.

Segmen residensial menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan Rp4,19 triliun atau setara 42 persen dari total prapenjualan.

Segmen komersial menyusul di posisi kedua dengan kontribusi 37 persen atau senilai Rp3,73 triliun, sementara sisanya berasal dari penjualan lahan.

Proyek-proyek di kawasan BSD City tetap mendominasi dengan kontribusi mencapai 69 persen terhadap total prapenjualan nasional.

Keberhasilan ini didukung oleh sejumlah proyek unggulan seperti Nava Park, Hiera, The Armont Residences, hingga klaster terbaru Vieraya.

Klaster Vieraya sendiri dipasarkan dengan rentang harga Rp1,4 miliar hingga Rp3,4 miliar per unit untuk total 210 unit yang dibangun.

Strategi diversifikasi kawasan juga dinilai efektif dengan adanya kontribusi dari luar wilayah BSD, seperti Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur.

Evaluasi terhadap portofolio produk secara berkala terus dilakukan guna menjaga keberlanjutan Laba BSDE 2025 di masa depan.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan