BankHeadlineKeuangan

Laba BSI Tumbuh 10% di Februari 2025, Kinerja Solid

94
Laba BSI Tumbuh 10% di Februari 2025, Kinerja Solid
BSI catat laba bersih Rp 1,16 triliun hingga Februari 2025, tumbuh 10% secara tahunan dan ungguli bank BUMN lainnya.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) mencatatkan kinerja keuangan yang solid selama dua bulan pertama tahun 2025. Laba bersih yang diraih bank syariah terbesar di Indonesia ini tercatat tumbuh 10% secara tahunan.

Laba Februari Capai Rp 1,16 Triliun

Per Februari 2025, BSI berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 1,16 triliun. Raihan tersebut meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya dan menunjukkan ketahanan bisnis syariah di tengah dinamika ekonomi.

Meski terdapat perlambatan bila dibandingkan dengan pertumbuhan laba Januari 2025 yang mencapai 15% secara tahunan, pertumbuhan laba Februari tetap mencerminkan performa positif dibandingkan bank BUMN lainnya. Pada Januari 2025, BSI mencatatkan laba sebesar Rp 590 miliar.

Baca Juga: Tren Harga Emas Meningkat, BSI Dorong Literasi dan Layanan Investasi

Pendapatan Komisi Tumbuh Pesat

Selama Januari–Februari 2025, BSI juga mencatatkan pendapatan setelah distribusi bagi hasil sebesar Rp 3,01 triliun, naik dari Rp 2,79 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Fee Based Income Naik 71,05%

Kinerja cemerlang juga tercermin dari pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang melesat 71,05% secara tahunan menjadi Rp 516,73 miliar. Kenaikan ini memperkuat diversifikasi pendapatan BSI di luar pembiayaan inti.

Pembiayaan dan DPK Meningkat

Dalam menjalankan fungsi intermediasinya, BSI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 282,05 triliun hingga akhir Februari 2025. Angka ini naik dari Rp 241,73 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: BSI Perkuat Ekosistem Bisnis Emas dengan Bullion Bank

Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI juga bertumbuh menjadi Rp 318,99 triliun, meningkat sekitar 10% secara tahunan.

Beban Provisi Mengalami Kenaikan

Sejalan dengan tren industri, BSI mencatatkan kenaikan beban provisi yang mencapai Rp 487,25 miliar atau naik 26,62% dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, rasio risiko tetap terjaga di level yang sehat.

Dengan performa yang stabil dan pertumbuhan berkelanjutan, BSI menunjukkan prospek yang menjanjikan dalam memperkuat perbankan syariah nasional sepanjang tahun 2025.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version