JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), salah satu emiten batu bara terbesar di Indonesia, melaporkan penurunan signifikan pada laba bersih kuartal I 2025.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat hanya sebesar US$ 17,9 juta, merosot tajam 73,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 67,6 juta.
Pendapatan Turun Imbas Harga Batubara
Manajemen BUMI dalam laporan keuangannya menyatakan penurunan laba disebabkan oleh melemahnya pendapatan perusahaan.
Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, BUMI membukukan pendapatan bruto sebesar US$ 1,17 miliar, atau turun 18,3% dari US$ 1,44 miliar di kuartal I 2024.
Baca Juga: Tarif Royalti Batubara Naik, Pelaku Usaha Lakukan Penyesuaian
Harga Jual dan Efisiensi Jadi Pemicu
Penyebab utama melorotnya pendapatan adalah penurunan harga jual rata-rata batubara sebesar 14%, dari US$ 75,8 menjadi US$ 64,9 per ton.
Selain itu, stripping ratio yang turun sebesar 8% juga mencerminkan langkah efisiensi perusahaan di tengah tekanan pasar.
Baca Juga: Laba PT Bukit Asam (PTBA) Turun 16,41% di 2024, Pendapatan Naik
BUMI kini menghadapi tantangan menjaga profitabilitas di tengah fluktuasi harga komoditas yang kian dinamis.











