BisnisEnergi

Laba BUMI Anjlok 73%, Harga Batubara Jadi Sorotan

193
Laba BUMI Anjlok 73%, Harga Batubara Jadi Sorotan
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) laporkan laba bersih kuartal I 2025 anjlok 73% akibat penurunan harga batubara dan efisiensi stripping ratio.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), salah satu emiten batu bara terbesar di Indonesia, melaporkan penurunan signifikan pada laba bersih kuartal I 2025.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat hanya sebesar US$ 17,9 juta, merosot tajam 73,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 67,6 juta.

Pendapatan Turun Imbas Harga Batubara

Manajemen BUMI dalam laporan keuangannya menyatakan penurunan laba disebabkan oleh melemahnya pendapatan perusahaan.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, BUMI membukukan pendapatan bruto sebesar US$ 1,17 miliar, atau turun 18,3% dari US$ 1,44 miliar di kuartal I 2024.

Baca Juga: Tarif Royalti Batubara Naik, Pelaku Usaha Lakukan Penyesuaian

Harga Jual dan Efisiensi Jadi Pemicu

Penyebab utama melorotnya pendapatan adalah penurunan harga jual rata-rata batubara sebesar 14%, dari US$ 75,8 menjadi US$ 64,9 per ton.

Selain itu, stripping ratio yang turun sebesar 8% juga mencerminkan langkah efisiensi perusahaan di tengah tekanan pasar.

Baca Juga: Laba PT Bukit Asam (PTBA) Turun 16,41% di 2024, Pendapatan Naik

BUMI kini menghadapi tantangan menjaga profitabilitas di tengah fluktuasi harga komoditas yang kian dinamis.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version