Geser Kebawah
BisnisInfrastruktur

Laba CDIA Q1-2026 Capai USD9,5 Juta, EBITDA Melesat 125%

30
×

Laba CDIA Q1-2026 Capai USD9,5 Juta, EBITDA Melesat 125%

Sebarkan artikel ini
Laba CDIA Q1-2026 Capai USD9,5 Juta, EBITDA Melesat 125%
Pendapatan CDIA Q1-2026 tembus USD41,2 juta dengan laba bersih USD9,5 juta. Ekspansi armada maritim dan infrastruktur perkuat fundamental bisnis perseroan.

Ekspansi Strategis Dorong Lonjakan Laba dan Pendapatan CDIA

Perusahaan secara resmi mendatangkan “Boreas”, sebuah kapal tanker kimia berkapasitas 9.000 DWT hasil kerja sama pengembangan dengan Fukuoka Shipbuilding Co Ltd, Jepang.

Kapal yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun ini disiapkan untuk melayani rute pelayaran domestik maupun internasional, yang secara otomatis memperkokoh posisi logistik regional CDIA di pasar Asia dan Eropa.

Pipeline Ekspansi Agresif di Seluruh Lini Bisnis Bisnis

Tidak berpuas diri dengan kinerja awal tahun, CDIA tengah mengeksekusi rencana bisnis jangka panjang untuk memperkuat pondasi recurring income atau pendapatan berulang.

Beberapa target ekspansi infrastruktur yang sedang berjalan meliputi:

  • Sektor Energi: Kapasitas energi surya saat ini telah menyentuh 11 MWp, dengan tambahan 5 MWp yang masih dalam tahap pengembangan dan siap beroperasi pada 2026.
  • Sektor Pengelolaan Air: Pengembangan kapasitas tambahan sebesar 600 lps di WTP Krenceng, berserta fasilitas pengolahan air limbah baru berkapasitas 1.200 meter kubik per hari di Cilegon.
  • Pelabuhan dan Penyimpanan: Pembangunan infrastruktur pendanaan IPO berupa tangki bitumen 12.000 meter kubik di RPU yang ditargetkan rampung tahun ini, ditambah penyelesaian tangki penyimpanan dan pipa etilena.
  • Logistik Maritim: Penambahan armada kapal secara agresif menuju target 20 unit kapal pengangkut gas, kimia, dan dry bulk hingga akhir tahun 2026.

Pertumbuhan aset perusahaan juga terpantau konsisten. Berdasarkan data per 31 Maret 2025, CDIA sempat mencatatkan total aset senilai USD1,9 miliar, atau tumbuh 9 persen secara year-to-date, dengan nilai ekuitas mencapai USD1,14 miliar.

Model infrastruktur hulu ke hilir yang terintegrasi ini menjadi jangkar utama perusahaan. Diversifikasi portofolio yang menggabungkan pendapatan berulang dengan manuver selektif di pasar spot memastikan posisi CDIA tetap kebal guncangan sekaligus lincah dalam bermanuver mengejar profitabilitas optimal.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan