Pendapatan Meningkat, Tapi Tekanan Biaya Kurangi Laba CMNP
JAKARTA, BursaNusantara.com – Emiten jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) membukukan laba bersih sebesar Rp472,4 miliar pada semester I/2025, menurun 14,4% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp551,9 miliar.
Penurunan laba ini mencerminkan tekanan yang datang dari sisi beban keuangan dan biaya operasional yang terus meningkat sepanjang paruh pertama tahun ini.
Meski demikian, kinerja operasional CMNP menunjukkan fundamental yang tetap kokoh, tercermin dari pertumbuhan EBITDA dan kenaikan trafik kendaraan.
Pencapaian ini memperlihatkan bahwa sektor jalan tol masih menjadi lini bisnis defensif di tengah tantangan ekonomi dan inflasi biaya konstruksi.
EBITDA Naik Tipis, Tunjukkan Fundamental Stabil
CMNP berhasil mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar 0,84% secara tahunan, naik dari Rp985,3 miliar menjadi Rp993,5 miliar per akhir Juni 2025.
Peningkatan ini mempertegas bahwa profitabilitas operasional Perseroan masih terjaga, meskipun laba bersih tergerus beban keuangan.
Kenaikan EBITDA didorong oleh performa anak usaha yang stabil, termasuk PT Citra Margatama Surabaya (CMS) dan PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ).
Keduanya mencatat pertumbuhan trafik serta menerapkan penyesuaian tarif tol yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan.
Direktur Keuangan CMNP, Hasyim, menegaskan bahwa kekuatan EBITDA di tengah tekanan adalah bukti kemampuan bisnis jalan tol bertahan dari tekanan biaya.
Pendapatan Melonjak, Didukung Proyek Konstruksi dan Trafik
Secara konsolidasi, pendapatan CMNP naik signifikan 30,04% menjadi Rp2,19 triliun pada semester I/2025, dibandingkan Rp1,68 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan dari tarif tol menyumbang Rp1,19 triliun atau tumbuh 2,86% secara tahunan, mengindikasikan peningkatan mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik.
Kenaikan pendapatan ini juga ditopang oleh aktivitas konstruksi yang dikerjakan entitas anak, terutama proyek-proyek baru di sektor jalan tol.
Salah satu pendorong utama adalah peningkatan volume jasa konstruksi dari PT Girder Indonesia (GI), yang mendongkrak pendapatan namun sekaligus meningkatkan beban.
Hal ini menciptakan dinamika antara kenaikan revenue dan eskalasi biaya, yang turut membentuk hasil akhir laba bersih perusahaan.
Biaya Konstruksi dan Pemeliharaan Tekan Margin
Total beban pendapatan CMNP tercatat naik drastis sebesar 69,28% menjadi Rp1,26 triliun pada akhir Juni 2025, dari posisi Rp743,4 miliar di tahun sebelumnya.
Lonjakan ini sebagian besar berasal dari peningkatan beban jasa konstruksi yang dikerjakan anak usaha GI.
Selain itu, biaya pemeliharaan rutin dan perawatan ruas tol yang dioperasikan CMNP juga meningkat cukup tajam seiring bertambahnya panjang jalan yang dikelola.
Tekanan beban ini menjadi faktor utama yang meredam potensi pertumbuhan laba meskipun pendapatan mengalami lonjakan signifikan.
Kondisi ini menegaskan pentingnya efisiensi operasional dan pengelolaan utang dalam mempertahankan margin usaha ke depan.
Beban Utang Menurun, Aset Bertambah
CMNP menunjukkan langkah strategis dalam mengelola struktur keuangannya dengan menurunkan total liabilitas sebesar 3,35% menjadi Rp9,07 triliun per Juni 2025.
Penurunan ini didorong oleh pembayaran utang bank yang dilakukan secara bertahap sejak awal tahun.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan menurunkan beban bunga dan menguatkan neraca keuangan jangka panjang.
Di saat yang sama, total aset CMNP justru meningkat seiring perkembangan proyek-proyek jalan tol yang masih dalam tahap konstruksi.
Aset bertumbuh menjadi indikator ekspansi berkelanjutan perusahaan di tengah kebutuhan infrastruktur yang masih tinggi di Indonesia.
CMNP masih mengandalkan sinergi antar entitas anak dalam memperluas konektivitas tol nasional.
Fokus Efisiensi dan Strategi Pembiayaan Jadi Kunci
Hasyim menegaskan bahwa strategi CMNP ke depan akan fokus pada efisiensi biaya dan pengelolaan utang yang lebih sehat.
Langkah-langkah seperti pembiayaan strategis dan penurunan beban bunga akan terus dilakukan secara bertahap.
Efisiensi ini diharapkan menjaga kestabilan EBITDA dan mendorong perbaikan kinerja laba bersih pada semester berikutnya.
Meskipun beban operasional meningkat, CMNP dinilai tetap solid sebagai emiten infrastruktur dengan arus kas yang stabil.
Kekuatan fundamental pada sektor jalan tol menjadikan CMNP tetap atraktif dalam jangka panjang, terutama dengan rencana pengembangan ruas baru.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











