JAKARTA, BursaNusantara.com – Emiten industri daging, PT Estika Tiara Tbk (BEEF), membukukan pertumbuhan laba signifikan sepanjang 2024. Laba bersih perusahaan melonjak 80% menjadi Rp102,99 miliar dari Rp57,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan kenaikan ini, laba per saham dasar ikut terdorong menjadi Rp14,35 dari sebelumnya Rp8,12.
Pendapatan Meroket, Laba Kotor Naik Drastis
Sepanjang tahun 2024, Estika Tiara berhasil mencatatkan kenaikan penjualan luar biasa sebesar 708% menjadi Rp4,93 triliun dibandingkan Rp611,77 miliar di tahun sebelumnya.
- Beban pokok penjualan naik 824% menjadi Rp4,62 triliun dari Rp503,56 miliar pada 2023.
- Laba kotor meningkat 187% menjadi Rp310,54 miliar dari Rp108,2 miliar.
Baca Juga: Laba PT Bukit Asam (PTBA) Turun 16,41% di 2024, Pendapatan Naik
Pertumbuhan laba ini mencerminkan peningkatan permintaan produk daging dan strategi ekspansi bisnis perusahaan yang efektif.
Lonjakan Beban Usaha & Laba Operasional
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, beban usaha juga mengalami kenaikan signifikan:
- Beban penjualan naik dari Rp4,97 miliar menjadi Rp35,39 miliar.
- Beban administrasi dan umum membengkak dari Rp72,94 miliar menjadi Rp110,47 miliar.
- Total beban usaha mencapai Rp145,86 miliar, meningkat dari Rp77,91 miliar pada 2023.
Meskipun beban usaha meningkat, laba usaha tetap mengalami lonjakan signifikan sebesar 443,64% menjadi Rp164,67 miliar dari sebelumnya Rp30,29 miliar.
Baca Juga: Laba Bersih Indika Energy (INDY) Terjun Bebas 91,57% di 2024
Kesehatan Keuangan: Ekuitas & Liabilitas
Dari sisi neraca keuangan, perusahaan mencatatkan pertumbuhan aset yang signifikan:
- Jumlah ekuitas naik menjadi Rp261,98 miliar dari Rp140,53 miliar.
- Total liabilitas melonjak menjadi Rp1,93 triliun dari Rp549,79 miliar.
- Total aset bertumbuh 217% menjadi Rp2,19 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp690,33 miliar.
Kinerja keuangan yang solid ini menegaskan posisi Estika Tiara sebagai pemain utama dalam industri daging di Indonesia. Ke depan, investor akan mencermati bagaimana strategi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan dan efisiensi operasional untuk mempertahankan tren positif ini.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







