PasarSaham

Laba Gudang Garam (GGRM) Terjun Bebas 81,57% di 2024

172
Laba Gudang Garam GGRM Terjun Bebas 8157 Di 2024
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan penurunan laba 81,57% menjadi Rp 980,8 miliar di tahun 2024, dengan pendapatan turun 17,06%.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengalami kinerja keuangan yang melemah sepanjang tahun 2024. Berdasarkan keterbukaan informasi pada Jumat (28/3), laba bersih perusahaan rokok tersebut anjlok 81,57% menjadi Rp 980,8 miliar dibandingkan dengan Rp 5,32 triliun pada tahun sebelumnya.

Penurunan Pendapatan dan Laba Bruto

Pendapatan GGRM juga mencatatkan penurunan signifikan. Sepanjang 2024, total pendapatan perusahaan hanya mencapai Rp 98,65 triliun, turun 17,06% dibandingkan dengan tahun 2023 yang sebesar Rp 118,95 triliun.

Biaya pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 89,27 triliun, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 104,35 triliun. Namun, hal ini tetap menyebabkan penurunan laba bruto perusahaan menjadi Rp 9,37 triliun dari Rp 14,59 triliun pada tahun sebelumnya.

Rincian Pendapatan Berdasarkan Segmen

Secara rinci, pendapatan GGRM pada tahun 2024 berasal dari beberapa segmen utama:

  • Sigaret kretek mesin: Rp 86,62 triliun
  • Sigaret kretek tangan: Rp 9,36 triliun
  • Rokok klobot: Rp 9,95 miliar
  • Kertas karton: Rp 876,14 miliar
  • Konstruksi: Rp 1,57 triliun
  • Lainnya: Rp 211,63 miliar

Penurunan pendapatan ini mencerminkan tantangan industri rokok di tengah kebijakan cukai yang terus meningkat serta perubahan tren konsumsi masyarakat.

Aset dan Struktur Keuangan

Total aset GGRM per akhir tahun 2024 tercatat sebesar Rp 84,93 triliun, mengalami penurunan dari Rp 92,45 triliun pada tahun sebelumnya. Adapun total liabilitas perusahaan juga turun menjadi Rp 23,02 triliun dari Rp 31,58 triliun.

Sementara itu, total ekuitas GGRM sedikit meningkat menjadi Rp 61,91 triliun dibandingkan dengan Rp 60,86 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, saldo kas dan setara kas perusahaan mengalami penurunan dari Rp 3,61 triliun pada 2023 menjadi Rp 3,33 triliun pada 2024.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Melemahnya kinerja keuangan GGRM di tahun 2024 menunjukkan tantangan besar yang dihadapi perusahaan, terutama dari sisi regulasi cukai yang semakin ketat serta pergeseran pola konsumsi masyarakat.

Ke depan, GGRM kemungkinan akan terus melakukan efisiensi operasional dan diversifikasi produk untuk menjaga daya saing di industri tembakau yang terus berubah. Dengan berbagai tantangan yang ada, langkah strategis perusahaan dalam merespons dinamika pasar akan menjadi faktor kunci dalam menjaga pertumbuhan bisnisnya.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version