Geser Kebawah
PasarSaham

Laba Indofood (INDF) Naik 16% di 2024, ICBP Tumbuh Solid

125
×

Laba Indofood (INDF) Naik 16% di 2024, ICBP Tumbuh Solid

Sebarkan artikel ini
Laba Indofood INDF Naik 16 Di 2024 ICBP Tumbuh Solid
Indofood (INDF) mencatat laba inti Rp 11,34 triliun di 2024, naik 16% yoy. ICBP juga tumbuh 12% dengan core profit Rp 10,42 triliun.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2024 dengan pertumbuhan laba inti (core profit) sebesar 16% year on year (yoy) menjadi Rp 11,34 triliun. Anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), juga melaporkan kenaikan laba inti sebesar 12% yoy menjadi Rp 10,42 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthoni Salim, menyatakan bahwa tahun 2024 merupakan periode yang solid bagi Indofood. Pertumbuhan penjualan neto dan profitabilitas didukung oleh operasional yang terintegrasi secara vertikal serta posisi pasar yang kuat.

Sponsor
Iklan

Kinerja Keuangan Indofood 2024

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, Indofood berhasil membukukan kinerja yang positif dengan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek keuangan.

  • Pendapatan bersih tumbuh 4% yoy menjadi Rp 115,79 triliun dari sebelumnya Rp 111,7 triliun.
  • Laba usaha naik 17% yoy menjadi Rp 23,09 triliun dari Rp 19,66 triliun.
  • Marjin laba usaha meningkat menjadi 19,9% dibandingkan 17,6% pada tahun sebelumnya.
  • Core profit (dengan tidak memperhitungkan akun non-recurring dan selisih kurs) naik 16% menjadi Rp 11,34 triliun dari Rp 9,78 triliun.

Menurut Anthoni Salim, keberhasilan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan, efisiensi operasional, serta strategi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan.

Strategi Bisnis Indofood di 2025

Menghadapi tahun 2025, Indofood berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan organik dengan menjaga keseimbangan pasar serta mempertahankan profitabilitas dan neraca keuangan yang sehat.

Sebagai perusahaan total food solutions, Indofood mengelola rantai produksi dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi bahan baku hingga distribusi produk jadi. Saat ini, Indofood beroperasi melalui empat kelompok usaha strategis yang saling melengkapi:

  1. Produk Konsumen Bermerek (CBP): Menghasilkan berbagai produk seperti mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi, makanan khusus, dan minuman.
  2. Bogasari: Memproduksi tepung terigu dan pasta, didukung oleh unit usaha perkapalan serta kemasan.
  3. Agribisnis: Meliputi pengolahan kelapa sawit, produksi minyak goreng, margarin, dan shortening, serta pengolahan tebu dan karet.
  4. Distribusi: Memiliki jaringan distribusi terbesar di Indonesia, mendistribusikan produk Indofood dan mitra bisnisnya.

ICBP Catat Pertumbuhan Positif

Anak usaha Indofood, ICBP, juga mencatat kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2024:

  • Pendapatan bersih tumbuh 7% yoy menjadi Rp 72,6 triliun dari Rp 67,91 triliun.
  • Laba usaha meningkat 13% menjadi Rp 16,32 triliun dari Rp 14,39 triliun.
  • Marjin laba usaha naik dari 21,2% menjadi 22,5%.
  • Core profit meningkat 12% yoy menjadi Rp 10,41 triliun dari Rp 9,27 triliun.

Kinerja positif ini mencerminkan kekuatan merek serta efisiensi operasional ICBP dalam menghadapi tantangan pasar.

Prospek Indofood di Masa Depan

Dengan ekosistem bisnis yang kuat, Indofood optimistis dapat terus mempertahankan pertumbuhan di tahun-tahun mendatang. Kombinasi strategi ekspansi, efisiensi produksi, serta inovasi produk menjadi kunci dalam menjaga daya saing dan profitabilitas perusahaan di pasar domestik maupun global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.