JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berhasil membukukan kinerja solid sepanjang tahun 2024. Emiten kawasan industri ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp363,3 miliar, meningkat 18,89% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang berada di level Rp305,57 miliar.
Dengan hasil tersebut, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp17,69, dari sebelumnya Rp14,88, mencerminkan performa positif KIJA dalam mengelola bisnisnya di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Kenaikan Pendapatan Dorong Pertumbuhan
Penjualan dan Jasa Tumbuh Signifikan
Sepanjang 2024, penjualan dan pendapatan jasa KIJA mencapai Rp4,6 triliun, melonjak 39,81% dari Rp3,29 triliun pada tahun 2023.
Baca Juga: Pendapatan PT Bukit Asam Melonjak 11,1%, Laba Terkoreksi
Namun, kenaikan pendapatan ini juga diikuti oleh beban pokok penjualan dan jasa yang meningkat menjadi Rp2,63 triliun, dari sebelumnya Rp1,76 triliun. Meski demikian, laba kotor tetap tercatat tumbuh signifikan menjadi Rp1,96 triliun dari Rp1,53 triliun.
Efisiensi Beban dan Keseimbangan Keuangan
Beban dan Pendapatan Keuangan
Beban penjualan meningkat menjadi Rp105,34 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp548,3 miliar.
Di sisi lain, pendapatan keuangan menyusut ke Rp92,38 miliar dari Rp163,97 miliar, namun beban keuangan juga turun tipis ke Rp381,63 miliar dari Rp386,06 miliar.
Baca Juga: Laba Bersih Indika Energy (INDY) Terjun Bebas 91,57% di 2024
Beban pajak final turun menjadi Rp38,75 miliar, sementara beban lain-lain naik menjadi Rp164,41 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan tercatat melonjak ke Rp821,1 miliar, dari Rp567,3 miliar.
Fundamental Perusahaan Semakin Kuat
Pertumbuhan Ekuitas dan Aset
Laba bersih tahun berjalan KIJA tercatat Rp770,05 miliar, meningkat tajam dari Rp528,62 miliar tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas perusahaan naik ke Rp7,53 triliun, dari Rp6,93 triliun di akhir 2023. Sementara total liabilitas juga meningkat menjadi Rp6,47 triliun. Total aset KIJA per akhir 2024 mencapai Rp14,01 triliun, naik signifikan dari Rp12,94 triliun.
Baca Juga: BBNI Alihkan Saham Buyback ke Direksi dan Komisaris
Dengan pertumbuhan laba bersih yang berkelanjutan, peningkatan ekuitas, serta penguatan posisi aset, KIJA menunjukkan fundamental bisnis yang semakin solid dan menjanjikan untuk jangka panjang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












