BisnisEnergiHeadline

Laba Petrosea Turun di Tengah Lonjakan Pendapatan dan Euforia IDX80

121
Laba Petrosea Turun di Tengah Lonjakan Pendapatan dan Euforia IDX80
Laba bersih PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 18,6% meski pendapatan naik 10,2%, imbas kenaikan tajam beban bunga dan pajak, di tengah euforia saham masuk IDX80.

Laba Petrosea Tergerus Meski Pendapatan Meningkat

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten jasa tambang dan rekayasa milik taipan Prajogo Pangestu, mencatatkan penurunan laba bersih signifikan sebesar 18,6% pada semester I 2025 menjadi US$ 1,07 juta atau sekitar Rp 17,46 miliar.

Penurunan tersebut terjadi meski pendapatan perusahaan justru melonjak 10,2% menjadi US$ 351,11 juta dari sebelumnya US$ 318,02 juta.

Kinerja keuangan yang kontras ini mengindikasikan tekanan serius dari sisi pengeluaran, khususnya beban keuangan dan kewajiban perpajakan yang meningkat tajam dalam enam bulan pertama tahun ini.

Pendapatan Naik, Tapi Biaya Langsung dan Pajak Membengkak

Pendapatan Petrosea didorong oleh kontribusi empat segmen utama: konstruksi dan rekayasa sebesar US$ 159,33 juta, pertambangan US$ 158,55 juta, jasa lainnya US$ 15,54 juta, serta pendapatan lain-lain senilai US$ 1,34 juta.

Namun, beban langsung perseroan juga meningkat tajam dari US$ 277,35 juta menjadi US$ 301,94 juta. Hal ini menekan margin operasional meski laba kotor tetap tumbuh dari US$ 40,6 juta menjadi US$ 49,2 juta.

Sumber tekanan terbesar berasal dari lonjakan beban bunga dan biaya keuangan yang naik 59,3% menjadi US$ 21,2 juta. Di sisi lain, beban pajak penghasilan melonjak 131% dari US$ 1,6 juta menjadi US$ 3,7 juta.

Kinerja Laba Terpukul, Sentimen Saham Ditopang IDX80

Meski laba bersih mengalami tekanan berat, saham PTRO justru mendapat sentimen positif dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menetapkan Petrosea masuk ke dalam jajaran elit IDX80 per 1 Agustus hingga 31 Oktober 2025.

Petrosea menggantikan posisi tiga emiten besarGudang Garam (GGRM), Gajah Tunggal (GJTL), dan Bank OCBC NISP (NISP) yang didepak dari indeks bergengsi tersebut. IDX80 sendiri merupakan indeks yang memuat 80 saham dengan kapitalisasi pasar besar, likuiditas tinggi, dan performa harga terjaga.

Pasca pengumuman, saham PTRO langsung melonjak 8,29% atau 300 poin ke level 3.920 pada perdagangan Senin (28/7). Namun, antusiasme itu sedikit mereda pada Selasa (29/7) pagi, saat harga saham terkoreksi 0,51% ke 3.900.

Optimisme Pasar Vs Realitas Fundamental

Kenaikan harga saham PTRO mencerminkan respons optimistis investor terhadap masuknya emiten ini ke indeks IDX80, yang sering dianggap sebagai sinyal fundamental kuat dan potensi peningkatan likuiditas.

Namun, tekanan pada sisi laba bersih menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan momentum tersebut jika beban keuangan dan pajak tidak segera dikendalikan.

Kondisi ini menempatkan PTRO dalam dilema antara pencapaian simbolik di pasar modal dan tantangan fundamental internal yang harus segera diselesaikan untuk menjaga kepercayaan jangka panjang investor.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version