Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

LABA & RSIL Buka Jalan Akuisisi KRYA, Saham Naik 15%

158
×

LABA & RSIL Buka Jalan Akuisisi KRYA, Saham Naik 15%

Sebarkan artikel ini
LABA & RSIL Buka Jalan Akuisisi KRYA, Saham Naik 15%
PT Green Power Group (LABA) mulai proses due diligence akuisisi KRYA bersama mitra asing RSIL. Saham LABA melesat 15% usai aksi korporasi diumumkan.

LABA Gaet RSIL Akuisisi KRYA, Ekspansi Global Dimulai

JAKARTA, BursaNusantara.com – Emiten baja PT Green Power Group Tbk (IDX:LABA) resmi memulai proses uji tuntas akuisisi terhadap PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (IDX:KRYA), menandai langkah besar dalam ekspansi global bersama mitra asing Rich Step International Ltd (RSIL).

Proses ini dimulai pada 6 Juli 2025 dengan kunjungan langsung ke lokasi oleh Managing Director RSIL, Mr. William Teng, serta Mr. William Ong dari Green Power Group.

Sponsor
Iklan

Tahapan ini menjadi lanjutan dari keterbukaan informasi yang sebelumnya diumumkan oleh pihak KRYA pada 7 Juli 2025.

Direktur Utama LABA, An Shaohong, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan strategi jangka panjang memperluas sinergi bisnis kedua entitas lintas negara.

Sinergi LABA–RSIL: Dari Baja ke Kendaraan Listrik

Akuisisi ini tidak sekadar aksi beli saham, tetapi menjadi bagian dari roadmap ekspansi global Rich Step International.

RSIL dikenal sebagai entitas investasi internasional yang aktif mengembangkan portofolio di sektor perdagangan dan energi baru, termasuk industri electric vehicle (EV).

Green Power Group sendiri telah menyatakan minat untuk memperluas lini usahanya ke sektor EV dan manufaktur berbasis teknologi.

Kolaborasi ini diproyeksikan memperkuat rantai pasok dan jaringan distribusi regional melalui integrasi antara aset milik KRYA dan modal strategis dari RSIL.

Aksi Akuisisi Masih Tahap Awal, Tapi Sentimen Sudah Menguat

Meski proses akuisisi masih dalam tahap uji tuntas, sentimen pasar langsung merespons positif.

Saham LABA melonjak 15% ke level Rp270 per saham pada perdagangan Senin, 7 Juli 2025.

Peningkatan ini mencerminkan optimisme investor terhadap dampak strategis dari rencana akuisisi KRYA oleh LABA dan RSIL.

Sebaliknya, saham KRYA stagnan di level Rp278 per saham, mencerminkan sikap wait and see dari pelaku pasar terhadap aksi ini.

Kendati belum berdampak langsung ke fundamental, sinyal akumulasi mulai terlihat di saham LABA pasca pengumuman aksi.

Analisis BursaNusantara: Strategi Aliansi Global dan Sinyal Kinerja Masa Depan

Dalam lanskap industri baja dan energi, kolaborasi lintas negara antara LABA dan RSIL mencerminkan transformasi besar dalam strategi ekspansi.

Dari perspektif bisnis, Green Power Group tampaknya tidak hanya ingin mengakuisisi aset, tetapi juga membuka jalan masuk ke jaringan investasi RSIL di Asia Tenggara.

Jika berhasil, akuisisi ini dapat mengubah struktur bisnis LABA dari produsen baja konvensional menjadi pemain regional dengan diversifikasi portofolio.

Langkah ini juga memperluas eksposur LABA ke sektor EV, energi bersih, dan perdagangan internasional arah yang selaras dengan transisi ekonomi global.

Namun demikian, karena proses masih pada fase due diligence, investor perlu mencermati setiap pengumuman lanjutan, termasuk nilai akuisisi dan struktur transaksinya.

Catatan Redaksi:
Aksi korporasi ini menunjukkan LABA tengah menguji peran baru dalam peta industri. BursaNusantara.com akan terus mengikuti setiap tahap perkembangan strategis antara LABA, RSIL, dan KRYA sebagai sinyal penting dari pergeseran arus investasi di sektor riil dan kendaraan listrik.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.