Kenaikan Pendapatan Tak Mampu Tahan Penurunan Laba
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) mencatatkan tekanan kinerja pada tahun buku 2024. Meski berhasil membukukan kenaikan pendapatan, laba bersih perusahaan justru merosot signifikan.
Pendapatan AGII naik 3,1% menjadi Rp2,91 triliun, dibandingkan Rp2,82 triliun pada 2023. Namun, laba bersih perusahaan turun tajam sebesar 35,1%, dari Rp169,81 miliar menjadi hanya Rp110,20 miliar.
Beban Produksi dan Arus Kas Menekan Margin
Peningkatan beban pokok penjualan menjadi faktor utama penurunan margin. Beban tersebut naik 7,3% menjadi Rp1,64 triliun, dibandingkan Rp1,53 triliun di tahun sebelumnya.
Tekanan lainnya datang dari sisi arus kas operasional yang anjlok drastis 58,6% menjadi Rp273,25 miliar dari Rp659,19 miliar. Hal ini menunjukkan adanya tantangan dalam efisiensi pengelolaan operasional, meski pendapatan tercatat naik.
Kondisi ini turut memunculkan pertanyaan di kalangan investor tentang strategi efisiensi biaya yang diterapkan perseroan, terutama di tengah kebutuhan industri gas yang tetap tinggi.
Aset Tumbuh, Liabilitas Ikut Naik
Meski laba turun, total aset AGII meningkat 2,7% menjadi Rp8,01 triliun per akhir 2024. Total liabilitas juga naik 3,8% menjadi Rp4,22 triliun, dari Rp4,07 triliun di 2023.
Secara umum, neraca menunjukkan ekspansi tetap berlangsung, namun dengan tantangan kestabilan laba yang kini menjadi perhatian utama pemangku kepentingan.
Di pasar saham, pada Jumat (9/5) harga saham AGII ditutup melemah 0,82% ke level Rp1.210 per saham. Namun, dalam sebulan terakhir, sahamnya masih mencatat kenaikan sebesar 5,22%.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







