Geser Kebawah
BankKeuangan

Laba Turun, Saham BBNI Melejit Usai Rilis Kinerja Q2

215
×

Laba Turun, Saham BBNI Melejit Usai Rilis Kinerja Q2

Sebarkan artikel ini
Laba Turun, Saham BBNI Melejit Usai Rilis Kinerja Q2
Meski laba bersih BBNI turun 5,6% di semester I-2025, sahamnya melonjak 5,24% ke Rp4.220. Analis tetap rekomendasikan beli dengan target hingga Rp5.200.

Saham BBNI Melesat Saat IHSG Menguat, Meski Laba Menyusut

JAKARTA, BursaNusantara.com – Kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang menurun tak serta merta menyurutkan minat pelaku pasar untuk memborong saham bank pelat merah ini.

Saat IHSG ditutup menguat 0,68% ke level 7.515,18 pada Selasa (5/8/2025), saham BBNI justru mencatatkan lonjakan harga signifikan sebesar 5,24% menjadi Rp4.220 per saham, menjadikannya salah satu dari tiga top gainer dalam indeks LQ45.

Sponsor
Iklan

Sentimen Pasar Tak Lagi Sekadar Tentang Laba

Paradigma investor tampaknya mulai bergeser. Meskipun laba bersih BBNI turun 5,6% secara tahunan menjadi Rp10,1 triliun, sentimen pasar justru lebih fokus pada arah strategis perusahaan dan kekuatan fundamental jangka panjang.

Pendapatan bunga bersih hanya tumbuh 2,3% secara YoY, sementara pendapatan non-bunga turun 2,9%. Meski demikian, peningkatan kredit sebesar 7% secara tahunan, serta bauran kredit yang kini lebih merata ke segmen UKM non-KUR dan kredit menengah menunjukkan arah manajemen yang lebih terukur dan inklusif.

Performa Saham Didukung Optimisme Sektoral

Kenaikan saham BBNI juga tak lepas dari dukungan teknikal dan sektor keuangan secara umum. Sektor keuangan tercatat naik 1,32%, menjadi penopang utama penguatan IHSG bersama sektor konsumer siklikal yang memimpin dengan kenaikan 3,72%.

Harga saham BBNI bergerak impresif sepanjang hari, dibuka di Rp4.010, sempat menyentuh Rp4.230, dan ditutup di Rp4.220.

Di tengah tekanan laba dan beban pencadangan yang meningkat 7,9%, penurunan NPL menjadi 1,9% memberikan sinyal positif soal kualitas aset. Meski Loan at Risk (LAR) naik tipis menjadi 10,9%, hal ini didorong oleh pergeseran komposisi restrukturisasi kredit lancar.

Analis Tetap Optimis, Rekomendasi Beli

Dua analis besar tetap memberikan sinyal beli untuk saham BBNI, menegaskan potensi kenaikan jangka menengah.

Edward Lowis dari Sucor Sekuritas menetapkan target harga Rp5.200, sementara Victor Stefano dari BRI Danareksa Sekuritas membidik Rp4.800 per saham.

Optimisme ini berangkat dari ekspektasi bahwa penurunan laba bersih bersifat sementara dan terkait dengan biaya yang masih bisa dikendalikan dalam jangka pendek.

Arah Strategi & Kualitas Kredit Jadi Pertaruhan

Dengan ekspansi kredit yang kini menyasar sektor UKM dan kredit menengah non-subsidi, BBNI menunjukkan keberanian keluar dari ketergantungan pada program KUR.

Kebijakan ini mungkin menekan margin jangka pendek, namun membuka ruang untuk pertumbuhan kredit berkualitas yang lebih berkelanjutan.

Pasar merespons positif arah baru tersebut, apalagi dalam konteks suku bunga yang cenderung stabil dan kondisi makro yang mulai kondusif.

Kilas Profil Emiten

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 25 November 1996. Beroperasi di sektor keuangan, BBNI termasuk dalam subsektor bank dan tercatat di papan utama.

Dengan sejarah panjang dan basis pelanggan yang kuat di korporasi hingga ritel, BBNI dianggap sebagai salah satu bank BUMN dengan daya adaptasi tinggi terhadap perubahan struktur ekonomi nasional.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.