Aksi KorporasiHeadlinePasar

Laba UNTR Turun Tajam, Diversifikasi Jadi Harapan Baru

74
Laba UNTR Turun Tajam, Diversifikasi Jadi Harapan Baru
Laba bersih United Tractors (UNTR) anjlok 29,95% pada kuartal I 2025. Diversifikasi usaha dan kas kuat jadi penopang.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT United Tractors Tbk (UNTR) menghadapi tekanan berat di awal 2025. Emiten alat berat dan tambang ini membukukan penurunan laba bersih hingga 29,95% secara tahunan pada kuartal pertama, mencerminkan dampak negatif dari lesunya pasar batubara global.

Namun tekanan tersebut belum sepenuhnya menutup peluang pemulihan. Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Ahmad Iqbal Suyudi, menyebutkan bahwa sektor kontraktor tambang masih menyimpan potensi pemulihan, terutama karena musim kemarau mulai melanda sebagian wilayah operasional United Tractors.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan efektivitas jasa pertambangan perseroan. Di sisi lain, diversifikasi UNTR ke sektor mineral seperti emas dinilai dapat menjadi penyelamat kinerja, terutama bila volume penjualan meningkat di tengah harga emas yang berpotensi menguat.

Baca Juga: United Tractors (UNTR) Jual Tambang Batu Bara, Fokus Bisnis Berubah?

Iqbal menilai, harga emas masih punya ruang kenaikan karena ketidakpastian ekonomi global yang belum mereda.

Hal ini membuka ruang bagi UNTR untuk memperbaiki kinerja keuangan, khususnya di level bottom line.

Di luar sektor operasional, UNTR juga memiliki keunggulan finansial yang signifikan. Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey, mencatat bahwa posisi kas perseroan mencapai Rp 30,11 triliun pada kuartal I 2025, tumbuh 20% dari akhir tahun lalu. Ini memberi ruang untuk melakukan ekspansi maupun aksi korporasi strategis.

Andhika turut menyoroti proyek smelter yang ditargetkan beroperasi mulai 2027 sebagai katalis jangka menengah hingga panjang.

Baca Juga: United Tractors Bagikan Dividen Final Rp2.151 per Saham

Meski tekanan masih ada, ia tetap mempertahankan pandangan positif terhadap saham UNTR, dengan rekomendasi beli dan target harga revisi menjadi Rp 26.000 dari sebelumnya Rp 28.500.

Sementara itu, Iqbal juga menggarisbawahi valuasi saham UNTR yang saat ini dinilai cukup murah berdasarkan rerata tiga tahun terakhir. Ia merekomendasikan aksi beli dengan target harga Rp 25.000.

Dengan kekuatan kas dan potensi dari diversifikasi mineral, United Tractors masih punya taring tajam di tengah tekanan industri.

Baca Juga: UNTR Jual Kapal Rp 207 Miliar, Siapkan Capex Rp 17,89 T di 2025

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version