Dominasi Sektoral Hijau Amankan Posisi Pasar Modal Indonesia
JAKARTA, BursaNusantara.com – Kepercayaan pasar seringkali diuji menjelang masa libur panjang, di mana fenomena penarikan dana tunai biasanya menekan pergerakan indeks secara signifikan.
Namun, data perdagangan terkini justru menunjukkan anomali positif yang memberikan angin segar bagi para pelaku pasar sebelum jeda panjang perayaan Nyepi dan Lebaran 2026.
Berdasarkan laporan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Selasa (17/3/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi menutup sesi II di zona hijau dengan lonjakan sebesar 84,55 poin.
Penguatan sebesar 1,20 persen ini membawa indeks bertengger di level 7.106,84, sebuah angka psikologis penting yang mencerminkan ketangguhan daya beli investor domestik maupun asing.
Tercatat sebanyak 481 saham berhasil menguat, sementara 226 saham melemah dan 251 saham lainnya bergerak stagnan di tengah frekuensi transaksi yang mencapai 1,521 juta kali.
Nilai Transaksi Rp23,74 Triliun: Siapa yang Menggerakkan Pasar?
Skala perdagangan hari ini menunjukkan likuiditas yang cukup tebal dengan total volume mencapai 28,68 miliar saham senilai Rp23,74 triliun.
Menurut riset data kapitalisasi pasar, nilai total aset emiten di bursa kini merangkak naik hingga menyentuh angka Rp12.546 triliun.
Fenomena menarik terlihat pada seluruh indeks sektoral yang terpantau kompak berada di zona hijau, menandakan adanya akumulasi merata di berbagai lini industri tanpa terkecuali.
Lonjakan frekuensi transaksi ini mengindikasikan bahwa partisipasi pasar tetap tinggi meskipun sebagian besar pelaku pasar mulai bersiap menghadapi periode libur nasional yang cukup panjang.
Ketahanan indeks di level 7.100 ini menjadi modal krusial bagi stabilitas pasar modal Indonesia saat perdagangan kembali dibuka nantinya.
Perang Saham Top Gainers: Efek Kenaikan Drastis 25 Persen
Beberapa saham mencatatkan kenaikan fantastis yang melampaui rata-rata pertumbuhan indeks, dipimpin oleh PT Indo Premier Investment Management Tbk (XISB).
Saham XISB melonjak tajam sebesar 25 persen ke level Rp320, disusul oleh PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang menguat 24,82 persen ke harga Rp3.520.
PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) juga tidak ketinggalan dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 24,70 persen hingga mencapai Rp1.565 per lembar saham.
Di sisi lain, tekanan jual cukup terasa pada PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) yang terkoreksi 14,97 persen ke Rp159, menjadikannya salah satu penghuni daftar top losers.
Pelemahan ini diikuti oleh PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) yang merosot 14,92 persen ke Rp308, serta PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) yang turun 14,86 persen ke level Rp63.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












