JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah akan mengadakan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah pada Selasa (4/3/2025) dengan target indikatif sebesar Rp26 triliun. Lelang ini bertujuan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Lelang akan dilakukan melalui sistem yang dikelola oleh Bank Indonesia (BI), menggunakan mekanisme open auction dengan metode multiple price. Proses pelelangan dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB, dan hasilnya akan diumumkan pada hari yang sama. Setelmen transaksi akan dilakukan pada 6 Maret 2025 atau dua hari kerja setelah lelang berlangsung.
Delapan Seri SUN Ditawarkan
Berdasarkan keterangan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah menawarkan delapan seri SUN dalam lelang kali ini, yang terdiri dari dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam seri Obligasi Negara (FR).
Rincian Seri SUN yang Dilelang:
- SPN03250604 – Jatuh tempo 4 Juni 2025, imbal hasil diskonto.
- SPN12260305 – Jatuh tempo 5 Maret 2026, imbal hasil diskonto.
- FR0104 – Jatuh tempo 15 Juli 2030, imbal hasil 6,50%.
- FR0103 – Jatuh tempo 15 Juli 2035, imbal hasil 6,75%.
- FR0106 – Jatuh tempo 15 Agustus 2040, imbal hasil 7,12%.
- FR0107 – Jatuh tempo 15 Agustus 2045, imbal hasil 7,12%.
- FR0102 – Jatuh tempo 15 Juli 2054, imbal hasil 6,87%.
- FR0105 – Jatuh tempo 15 Juli 2064, imbal hasil 6,87%.
Semua seri SUN yang dilelang memiliki nominal per unit sebesar Rp1 juta.
Mekanisme Lelang dan Dampak bagi Investor
1. Proses Lelang yang Transparan
Lelang akan dilakukan dengan sistem terbuka (open auction) yang memungkinkan semua peserta lelang untuk mengajukan penawaran harga. Dalam metode multiple price, investor yang memenangkan lelang akan membeli SUN sesuai dengan harga yang mereka tawarkan.
2. Peluang Investasi bagi Investor
Lelang SUN menjadi kesempatan bagi investor, baik individu maupun institusi, untuk memperoleh instrumen investasi dengan imbal hasil menarik dan risiko yang relatif rendah. Dengan tingkat imbal hasil yang bervariasi tergantung tenor, investor dapat memilih seri yang sesuai dengan strategi portofolio mereka.
3. Implikasi terhadap Pasar Keuangan
Keberhasilan lelang SUN ini akan memberikan gambaran terhadap sentimen investor terhadap aset berbasis rupiah. Jika permintaan tinggi, hal ini bisa menjadi indikasi bahwa pasar masih optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia meskipun ada tantangan global seperti volatilitas suku bunga AS dan dinamika nilai tukar rupiah.
Lelang SUN sebagai Strategi Pembiayaan APBN 2025
Dengan target indikatif Rp26 triliun, lelang SUN pada 4 Maret 2025 menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan negara. Hasil lelang ini juga akan memberikan gambaran mengenai persepsi investor terhadap risiko dan prospek ekonomi Indonesia di tahun mendatang.
Investor yang tertarik diharapkan segera mempersiapkan strategi mereka sebelum lelang dimulai. Nantikan hasil lelang dan bagaimana respons pasar terhadap instrumen utang negara ini.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







