Geser Kebawah
PasarSaham

Lippo Karawaci (LPKR) Catat Laba Rp 18,7 Triliun di 2024

131
×

Lippo Karawaci (LPKR) Catat Laba Rp 18,7 Triliun di 2024

Sebarkan artikel ini
Lippo Karawaci LPKR Catat Laba Rp 187 Triliun Di 2024
Lippo Karawaci (LPKR) mencatat lonjakan laba bersih Rp 18,7 triliun di 2024, didorong oleh divestasi saham Siloam Hospitals (SILO) dan pertumbuhan real estate.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan lonjakan laba bersih signifikan pada tahun 2024, mencapai Rp 18,7 triliun. Peningkatan drastis ini didorong oleh adanya penghasilan lainnya yang mencapai Rp 21,59 triliun, terutama dari transaksi divestasi sebagian kepemilikan di PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).

Laba Bersih LPKR Melonjak Tajam

Pada tahun 2023, laba bersih LPKR hanya sebesar Rp 50,1 miliar. Namun, pada 2024, perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba luar biasa, yang sebagian besar dipengaruhi oleh pelepasan 10,40% kepemilikan di SILO oleh anak usaha PT Megapratama Karya Persada.

Sponsor
Iklan

Transaksi ini dilakukan dengan Sight Investment Company PTE LTD pada 13 Mei 2024, dengan harga Rp 2.850 per lembar saham dan total nilai transaksi mencapai Rp 3,85 triliun. Setelah penyelesaian transaksi pada 13 Juni 2024, kepemilikan LPKR di SILO turun menjadi 47,67%, menyebabkan perusahaan kehilangan pengendalian atas SILO dan tidak lagi mengonsolidasikan laporan keuangannya. Hal ini berdampak pada pencatatan laba rugi sebesar Rp 21,12 triliun.

Sejak Juni 2024, LPKR hanya mengakui kinerja SILO sebagai investasi pada asosiasi, dengan kepemilikan saham tersisa sebesar 29,09%.

Pertumbuhan Pendapatan di Segmen Real Estate

Selain dari divestasi SILO, LPKR juga mencatatkan pertumbuhan positif di sektor real estate. Pendapatan dari segmen ini meningkat 15% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 5,06 triliun. Peningkatan ini didorong oleh serah terima unit hunian dan komersial yang tepat waktu, penjualan tanah strategis, serta permintaan tinggi untuk lahan makam di San Diego Hills.

Dari sisi operasional, EBITDA LPKR tetap stabil di angka Rp 1,1 triliun, mencerminkan efisiensi dalam manajemen biaya serta strategi operasional yang efektif.

Pra-Penjualan Melebihi Target

LPKR juga mencatatkan pencapaian positif dalam pra-penjualan, yang mencapai Rp 6,01 triliun atau melebihi target tahunan sebesar 12%. Keberhasilan ini didorong oleh permintaan tinggi terhadap rumah tapak dengan harga terjangkau. Beberapa proyek unggulan yang mendominasi penjualan antara lain:

  • Cendana Homes
  • XYZ Livin
  • Waterfront Uptown

Selain itu, peluncuran produk hunian terbaru seperti Zen Series, Cendana Suites, Blackslate Series di Park Serpong, dan XQ Livin di Lippo Cikarang Cosmopolis turut berkontribusi terhadap peningkatan volume penjualan dan harga properti.

Strategi dan Komitmen LPKR ke Depan

Group CEO Lippo Indonesia, John Riady, menyampaikan kebanggaannya atas kinerja positif LPKR pada tahun 2024. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional, menjaga disiplin keuangan, serta menciptakan nilai tambah bagi pelanggan.

“Kami tetap berkomitmen pada pertumbuhan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan kami,” ujar John Riady dalam pernyataan resminya pada Sabtu (29/3/2025).

Dengan kinerja yang terus meningkat di berbagai sektor, LPKR menunjukkan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri properti dan layanan kesehatan di Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.