Geser Kebawah
AgrobisnisBisnis

Listrik Sawah Jadi Senjata Produksi Beras Sawah Ngawi

297
×

Listrik Sawah Jadi Senjata Produksi Beras Sawah Ngawi

Sebarkan artikel ini
Listrik Sawah Jadi Senjata Produksi Beras Sawah Ngawi
Ngawi andalkan program Listrik Masuk Sawah untuk jaga suplai air sawah. Produksi beras melonjak hingga 187.433 ton sepanjang Januari-April 2025.

Manuver Energi Hijau di Sentra Padi Jawa Timur

JAKARTA, BursaNusantara.com – Kabupaten Ngawi kini menjadi wajah baru ketahanan pangan nasional setelah menunjukkan peningkatan signifikan dalam produktivitas padi.

Dengan luasan tanam yang terus berkembang dan didukung inovasi elektrifikasi pertanian, Ngawi berhasil menjaga irama produksi bahkan di tengah musim kering.

Sponsor
Iklan

Program “Electricity for Farming” hasil kerja sama dengan PLN menjadi ujung tombak strategi pengamanan air sawah melalui pemanfaatan pompa submersible berbasis listrik.

Langkah ini dilakukan untuk menjawab tantangan klasik: ketergantungan terhadap suplai air dari waduk-waduk utama seperti Pondok, Bendo, dan Sangiran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ngawi, Supardi, menyatakan para petani kini didorong aktif mengelola air secara mandiri melalui sistem sumur dalam.

22.000 Titik Sumur Dorong Efisiensi Air Sawah

Penggunaan sumur submersible yang berkembang masif kini mencapai 22.000 titik di seluruh lahan persawahan Ngawi.

Sumur tersebut tidak hanya berperan sebagai cadangan saat kemarau, tapi juga bagian dari edukasi manajemen air kepada petani.

Supardi menekankan pentingnya kedalaman sumur minimal 60 meter guna menjaga cadangan air tanah warga sekitar.

Hal ini dilakukan agar pengambilan air pertanian tidak mengganggu pasokan air domestik.

Pemkab Ngawi mengatur teknis penggunaan sumur melalui regulasi khusus yang terintegrasi dengan sistem pertanian ramah lingkungan.

Luas Tanam Capai 90 Ribu Hektare, Panen 49.769 Hektare

Periode Oktober 2024 hingga April 2025 menunjukkan geliat signifikan dengan luasan tanam mencapai 90.109 hektare.

Angka ini menandai progres stabil menuju target 148.958 hektare musim tanam tahunan di Ngawi.

Hasil panen pada Januari hingga April 2025 tercatat mencapai 49.769 hektare.

Tingkat keberhasilan panen yang tinggi menjadi cerminan dari sistem distribusi air yang efektif dan kebijakan dukungan produksi yang tepat sasaran.

Dampaknya, produksi gabah kering panen (GKP) dalam periode ini mencapai 328.829 ton.

Produksi Beras Naik, Suplai Pasar Domestik Terjaga

Dari total produksi GKP tersebut, konversi menjadi beras menghasilkan angka fantastis sebesar 187.433 ton.

Volume ini menjadi kontribusi signifikan bagi pasokan beras provinsi Jawa Timur, sekaligus memperkuat status Ngawi sebagai lumbung pangan utama.

Dengan suplai air yang kian efisien dan sistem tanam yang semakin adaptif terhadap perubahan iklim, pola produksi beras Ngawi dinilai kian tahan banting.

Model pengembangan pertanian berbasis elektrifikasi ini dinilai efektif mengurangi biaya operasional petani dan meningkatkan produktivitas lahan.

Pemerintah setempat terus menggalakkan sistem pertanian cerdas dan terintegrasi agar peran Ngawi sebagai pusat produksi tidak terganggu faktor eksternal.

Produksi yang stabil dan berkelanjutan akan menjaga pasokan pasar nasional tetap aman sepanjang tahun.