HeadlinePasarSaham

Lo Kheng Hong Nyicil Terus GJTL Mumpung Masih Murah

336
lo kheng hong nyicil terus gjtl mumpung masih murah kompres
Saham Gajah Tunggal (GJTL) melonjak saat IHSG melemah. Lo Kheng Hong kembali menambah kepemilikan sahamnya. Apa strategi dan prospeknya?

Saham Gajah Tunggal Naik di Tengah Pelemahan IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis (6/2/2025). Namun, di tengah kondisi pasar yang lesu, saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) justru mencatatkan kenaikan signifikan. Saham produsen ban ini melonjak 3,08% dan ditutup di level Rp 1.170 per lembar saham.

Volume perdagangan saham GJTL meningkat drastis, dengan total transaksi mencapai 14,55 juta saham, dilakukan dalam 1.938 kali transaksi dengan nilai mencapai Rp 16,84 miliar. Pergerakan ini menunjukkan adanya akumulasi beli yang cukup besar, salah satunya dilakukan oleh investor legendaris, Lo Kheng Hong.


Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan di GJTL

Dikenal sebagai “Warren Buffett Indonesia,” Lo Kheng Hong kembali memborong saham GJTL. Berdasarkan data terbaru, kepemilikannya di GJTL naik menjadi 185.523.300 lembar saham atau setara 5,32% dari total saham perusahaan per 5 Februari 2025. Jumlah ini meningkat sebanyak 650 ribu lembar saham dibandingkan hari sebelumnya.

Langkah ini semakin memperkuat posisi Lo Kheng Hong sebagai pemegang saham signifikan di GJTL. Strateginya untuk mengakumulasi saham berfundamental kuat dengan valuasi murah kembali terlihat jelas dalam akuisisi ini.


Valuasi Saham GJTL Masih Murah?

Salah satu alasan utama Lo Kheng Hong memborong saham GJTL adalah valuasi yang masih tergolong murah. Berdasarkan rasio keuangan:

  • Price to Book Value (PBV): 0,45 kali
  • Price to Earnings Ratio (PER): 3,09 kali (annualized)

Dengan PBV yang di bawah 1 dan PER yang relatif rendah, saham GJTL dianggap memiliki potensi besar untuk mengalami kenaikan harga dalam jangka panjang. Ini sejalan dengan filosofi investasi Lo Kheng Hong yang selalu mencari saham undervalued dengan potensi pertumbuhan yang kuat.


Kredit Sindikasi Rp 4,4 Triliun Perkuat GJTL

Dalam upaya memperkuat posisi keuangan dan ekspansi bisnisnya, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menandatangani perjanjian fasilitas kredit baru senilai Rp 4,4 triliun pada 14 November 2024. Kredit sindikasi ini diperoleh dari beberapa bank besar di Indonesia, termasuk:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
  • PT Bank Digital BCA
  • PT Bank Permata Tbk
  • PT Bank CIMB Niaga Tbk
  • PT Bank KEB Hana Indonesia
  • PT Bank Oke Indonesia Tbk

Fasilitas kredit ini terbagi dalam dua tranche dengan tenor masing-masing selama 8 dan 9 tahun. BCA berperan sebagai original mandated lead arranger dan bookrunner, serta agen fasilitas dan agen jaminan bagi para kreditur.


Penggunaan Dana Kredit: Restrukturisasi dan Ekspansi

Direktur Keuangan Gajah Tunggal, Kisyuwono, mengungkapkan bahwa dana kredit ini akan digunakan untuk dua tujuan utama:

  1. Melunasi Senior Secured Notes:
    • Sebesar US$ 175 juta yang diterbitkan pada 23 Juni 2021
    • Pelunasan lebih awal dijadwalkan pada 16 Januari 2025
  2. Ekspansi Produksi Ban TBR (Truck, Bus, and Radial):
    • Target kapasitas produksi menjadi 5.000 unit per hari

Dengan restrukturisasi keuangan dan ekspansi kapasitas produksi ini, Gajah Tunggal berharap dapat memperbaiki profitabilitas perusahaan di tahun-tahun mendatang.


Prospek Saham GJTL ke Depan

Melihat fundamental perusahaan yang kuat, ekspansi bisnis yang terus dilakukan, serta valuasi saham yang masih murah, saham GJTL memiliki prospek positif untuk jangka panjang.

Para investor pun kini menunggu bagaimana langkah strategis perusahaan dalam beberapa kuartal ke depan untuk terus meningkatkan kinerja keuangannya.

Apakah ini saat yang tepat untuk mengikuti jejak Lo Kheng Hong dan mengakumulasi saham GJTL? Dengan fundamental yang kuat dan valuasi yang masih menarik, saham ini patut dipantau bagi investor yang mencari peluang investasi jangka panjang.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version