Geser Kebawah
KomoditasPasar

Lonjakan Harga Minyak Mentah: Brent & WTI Naik

184
×

Lonjakan Harga Minyak Mentah: Brent & WTI Naik

Sebarkan artikel ini
Lonjakan Harga Minyak Mentah Brent & WTI Naik
Harga Minyak Mentah naik Jumat pagi, Brent US$76,64 & WTI US$72,65 didorong turunnya stok bensin AS serta gangguan pasokan dari Rusia.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga Minyak Mentah kembali menunjukkan tren kenaikan pada Jumat (21/2) pagi. Minyak mentah Brent mencapai US$76,64 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik ke US$72,65 per barel.

Kenaikan ini menandai dorongan positif menuju peningkatan mingguan, dengan prediksi kenaikan sekitar 3% untuk kedua acuan utama.

Sponsor
Iklan

Kenaikan Harga dan Faktor Pendorong

Faktor Pasokan dan Permintaan Global

Harga minyak mentah dipengaruhi oleh kombinasi penurunan persediaan dan ekspektasi permintaan yang kuat. Di Amerika Serikat, Administrasi Informasi Energi (EIA) melaporkan bahwa stok bensin dan distilat turun akibat pemeliharaan musiman di kilang.

Penurunan ini memberikan sinyal bahwa pasokan terbatas, sehingga mendukung kenaikan harga minyak.

Selain itu, kekhawatiran atas gangguan pasokan dari Rusia turut menopang harga minyak. Kekhawatiran ini muncul di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu, terutama terkait konflik dan sanksi yang diberlakukan terhadap Moskow.

Menurut analis di Fujitomi Securities, penurunan stok bensin AS dan isu pasokan dari Rusia mendorong investor kembali memasuki pasar minyak.

Kondisi Persediaan di Amerika Serikat

EIA mencatat bahwa pada Kamis (20/2) persediaan minyak mentah AS mengalami peningkatan, namun stok bensin dan distilat turun secara signifikan.

Kondisi ini terjadi karena pemeliharaan di kilang-kilang besar yang mengurangi produksi bensin. Penurunan stok ini meningkatkan ekspektasi permintaan yang kuat di pasar domestik, sehingga mempengaruhi harga minyak global.

Implikasi Geopolitik dan Dampak Konflik

Dampak Konflik Rusia-Ukraina

Situasi geopolitik juga memainkan peran penting dalam kenaikan Harga Minyak Mentah. Harapan akan potensi kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina mulai memudar.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan kekecewaan atas upaya negosiasi yang tidak melibatkan Kyiv. Sebaliknya, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyalahkan Ukraina atas konflik yang telah berlangsung tiga tahun turut menambah ketegangan.

Komentar-komentar tersebut memicu kekhawatiran di kalangan investor, yang menilai bahwa ketidakpastian politik dapat mengganggu pasokan minyak dari Rusia. Gangguan pasokan ini, jika terjadi secara signifikan, berpotensi mendorong harga minyak lebih tinggi lagi.

Produksi dan Ekspor dari Kazakhstan

Di sisi lain, meskipun jalur ekspor utama melalui Rusia mengalami kerusakan akibat serangan drone Ukraina, Kazakhstan justru mencatat rekor volume produksi minyak tertinggi.

Data dari sumber industri menunjukkan bahwa produksi di Kazakhstan melonjak meskipun adanya peningkatan produksi biasanya harus sejalan dengan kapasitas ekspor pipa. Hal ini menjadi sinyal bahwa negara tersebut mampu memenuhi permintaan pasar meskipun terjadi hambatan di jalur ekspor tradisional.

Namun, masih belum jelas bagaimana Kazakhstan akan mengelola peningkatan produksi tersebut agar tetap optimal, mengingat kapasitas pipa ekspor harus disesuaikan agar tidak terjadi kelebihan pasokan di pasar global.

Pandangan Para Analis dan Harapan Pasar

Komentar dari Fujitomi Securities

Toshitaka Tazawa, analis di Fujitomi Securities, menyatakan, “Penurunan stok bensin dan distilat di AS, serta kekhawatiran akan pasokan yang ketat di Rusia, mendukung kenaikan harga minyak.”

Menurut Tazawa, meskipun ada beberapa faktor yang mendukung kenaikan, para investor tetap mengamati potensi kesepakatan damai yang bisa meringankan sanksi terhadap Rusia.

Namun, dengan sikap Ukraina yang semakin keras, harapan tersebut mulai pudar dan beberapa investor memilih kembali memasuki pasar minyak.

Harapan Terhadap Kenaikan Mingguan

Kedua acuan harga, Brent dan WTI, diperkirakan akan mencatat kenaikan mingguan sekitar 3%. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi faktor fundamental, termasuk penurunan stok di AS dan kekhawatiran pasokan global.

Para analis optimistis bahwa tren kenaikan ini dapat berlanjut jika kondisi pasokan tetap ketat dan permintaan global semakin kuat.

Implikasi Bagi Investor dan Pasar Energi

Strategi Investasi di Tengah Gejolak Harga

Bagi para investor, kenaikan Harga Minyak Mentah memberikan peluang dan tantangan. Di satu sisi, kenaikan harga menunjukkan adanya potensi keuntungan bagi investor yang telah berinvestasi di sektor energi.

Di sisi lain, volatilitas harga yang tinggi mengharuskan investor lebih berhati-hati dalam mengelola portofolio mereka.

Investor disarankan untuk mengikuti perkembangan stok dan kebijakan produksi di AS serta situasi geopolitik yang berkaitan dengan Rusia dan Ukraina. Dengan pemantauan yang cermat, investor dapat mengambil langkah strategis untuk meminimalkan risiko dan memanfaatkan peluang di pasar energi global.

Dampak Terhadap Ekonomi Global

Kenaikan Harga Minyak Mentah juga memiliki dampak yang luas terhadap ekonomi global. Kenaikan harga minyak dapat memicu inflasi di berbagai negara, karena biaya transportasi dan produksi meningkat.

Selain itu, kenaikan harga minyak juga dapat mempengaruhi neraca perdagangan negara-negara pengimpor minyak besar, sehingga memicu penyesuaian kebijakan ekonomi nasional.

Lonjakan Harga Minyak Mentah pada Jumat pagi ini, dengan Brent mencapai US$76,64 dan WTI ke US$72,65 per barel, mencerminkan dinamika pasar yang kompleks.

Didorong oleh penurunan stok bensin dan distilat di AS serta kekhawatiran atas gangguan pasokan dari Rusia, harga minyak menunjukkan tren kenaikan yang berpotensi berlanjut dalam minggu ini.

Di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu dan rekor produksi di Kazakhstan, para investor diharapkan lebih selektif dalam merencanakan strategi investasi mereka.

Dengan pemantauan yang cermat terhadap faktor-faktor fundamental dan geopolitik, pasar energi global diprediksi akan terus mengalami fluktuasi yang signifikan.

BursaNusantara.com akan terus mengupdate perkembangan terkini seputar Harga Minyak Mentah agar para pembaca dan investor mendapatkan informasi yang akurat dan relevan dalam menghadapi dinamika pasar global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan