JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) atau Mandala Finance mencatat peningkatan permintaan kredit menjelang momentum Lebaran. Managing Director Mandala Finance, Christel Lasmana, menyatakan bahwa lonjakan permintaan kredit ini turut membawa risiko peningkatan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF).
Kredit Naik, NPF Tetap Aman
Meski permintaan meningkat, Mandala Finance memastikan bahwa risiko kredit masih dalam kondisi aman. Hingga Februari 2025, rasio NPF perusahaan tercatat sebesar 2,38%. Angka ini masih berada di bawah rata-rata industri dan menunjukkan pengelolaan kredit yang sehat.
“Namun hingga saat ini, risiko kredit kami masih aman dan terjaga dengan rasio NPF sebesar 2,38% per Februari 2025,” ujar Christel kepada Kontan, Selasa (25/3).
Strategi Mandala Finance dalam Menjaga NPF
Untuk menjaga stabilitas keuangan, Mandala Finance menerapkan beberapa strategi, termasuk:
- Pengelolaan pencadangan yang optimal.
- Selektif dalam menyalurkan pembiayaan.
- Pemantauan portofolio kredit secara berkala.
- Fokus pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan manajemen risiko yang terukur.
“Dengan strategi ini, kami optimistis dapat menjaga kualitas aset dan mempertahankan rasio NPF di bawah rata-rata industri serta memastikan kinerja tetap sehat,” lanjut Christel.
Tren NPF di Industri Multifinance
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NPF gross perusahaan pembiayaan atau multifinance per Januari 2025 tercatat sebesar 2,96%. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 2,70%.
Dengan tren kenaikan permintaan kredit menjelang Lebaran, Mandala Finance tetap berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan manajemen risiko agar tetap kompetitif di industri multifinance Indonesia.









