MFIN Tahan Gas, Tidak Ambil Risiko di Tengah Optimisme Pasar
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 1% secara tahunan (YoY) hingga akhir Juni 2025.
Kinerja tersebut mencerminkan pendekatan hati-hati perusahaan dalam merespons dinamika sektor pembiayaan yang kini penuh harapan namun sarat risiko.
Alih-alih ikut euforia pasar yang tengah menanti lonjakan permintaan usai berbagai stimulus otomotif, Mandala Finance memilih strategi konservatif.
Keputusan Mandala untuk tidak berpartisipasi langsung dalam pameran GIIAS 2025 mempertegas arah korporasi yang lebih fokus pada kesehatan portofolio ketimbang ekspansi instan.
Direktur Keuangan MFIN, Roberto AK Un menegaskan bahwa acara GIIAS memang memiliki potensi mendorong permintaan, namun tahun ini pihaknya memilih jalur berbeda.
Langkah tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa pertumbuhan bukanlah satu-satunya indikator keberhasilan bagi MFIN pada 2025.
Fokus Bertahan, Bukan Berlomba
Strategi Mandala Finance tahun ini menunjukkan arah konsolidatif, bukan ekspansif.
Meskipun industri pembiayaan diperkirakan tumbuh 7–8% sepanjang tahun oleh APPI, Mandala tidak terjebak pada angka target.
Perusahaan justru memperkuat proses seleksi nasabah untuk menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat dan terkendali.
Dalam konteks pasar yang mulai pulih namun belum sepenuhnya stabil, pendekatan ini dinilai lebih menjanjikan untuk jangka panjang.
Menurut Roberto, perseroan telah menyesuaikan ekspektasi internal terhadap arah industri hingga kuartal III 2025.
Alih-alih mengejar volume, MFIN fokus memperkuat struktur risiko.
Inovasi Teknologi Tanpa Agresi Penjualan
Di tengah keterbatasan ekspansi fisik, Mandala Finance tetap melanjutkan agenda transformasi digital.
Perusahaan tidak memanfaatkan GIIAS sebagai kanal promosi langsung, namun tetap memperkuat kanal digital guna menjangkau segmen pasar dengan pendekatan berbasis teknologi.
Diversifikasi portofolio juga dilakukan tidak semata-mata untuk memperluas pangsa, melainkan untuk menyeimbangkan komposisi risiko antarproduk.
Dengan pendekatan ini, Mandala berupaya mempertahankan kualitas pembiayaan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Mandala Pilih Jalur Sendiri di Tengah Optimisme Industri
Sikap Mandala Finance mencerminkan kecermatan dalam membaca arah angin industri.
Ketika sebagian pelaku pasar terpaku pada potensi pasar pasca-GIIAS, MFIN justru bergerak dengan strategi selektif dan berbasis data internal.
Dalam kondisi industri yang mulai menggeliat, pendekatan MFIN seakan jadi pembeda di tengah arus yang seragam.
Meski tidak ikut memanfaatkan momen pameran otomotif, MFIN tetap mengindikasikan optimisme terhadap prospek pembiayaan.
Optimisme itu diwujudkan bukan dalam bentuk ekspansi, melainkan melalui penyempurnaan proses dan struktur bisnis.
Langkah ini bisa menjadi penentu keunggulan kompetitif MFIN saat pasar masuk fase pertumbuhan yang lebih solid pasca-kuartal ketiga 2025.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











