Ekonomi Makro

Mandiri Investment Forum 2025 (MIF): Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi

221
mandiri investment forum 2025 (mif), dorong pertumbuhan ekonomi dan investasi kompres
Bank Mandiri menggelar Mandiri Investment Forum 2025, menghadirkan 22.000 peserta dan investor global, mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Forum Investasi Terbesar di Indonesia Kembali Digelar

JAKARTA, BursaNusantara.com – Bank Mandiri (BMRI) kembali menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2025, forum investasi terbesar di Indonesia yang telah memasuki tahun ke-14 penyelenggaraannya.

Tahun ini, MIF mengangkat tema “Nourishing Future Growth”, menyoroti strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global serta peluang investasi yang semakin berkembang.

Sebagai hasil kolaborasi antara Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas, dengan dukungan Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM), MIF 2025 menghadirkan lebih dari 22.000 peserta, termasuk 700 lebih investor asing dari berbagai negara.

Forum ini menjadi ajang diskusi strategis yang menghadirkan pembuat kebijakan, pakar global, serta pelaku industri untuk menggali potensi investasi di Indonesia.

Peran Sektor Perbankan dalam Mendorong Investasi

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menegaskan pentingnya peran sektor perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Bank Mandiri terus berkomitmen untuk mendukung investasi di sektor-sektor strategis seperti pertanian, energi, telekomunikasi, serta industri makanan dan minuman di seluruh wilayah potensial Indonesia. Kami juga mengembangkan inovasi digital untuk meningkatkan akses layanan perbankan yang lebih luas melalui platform seperti Livin’ dan Kopra by Mandiri,” ujar Darmawan di Jakarta, Selasa (11/2/2025).

MIF 2025 menjadi lebih strategis di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, seperti perlambatan pertumbuhan di negara maju, ketegangan geopolitik, serta perubahan kebijakan moneter di berbagai negara. Oleh karena itu, diskusi dalam forum ini menitikberatkan pada berbagai aspek ekonomi makro, termasuk stabilitas moneter, investasi sektor riil, dan kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Peluang Investasi dan Strategi Pertumbuhan Ekonomi

Dalam sesi Macro Day, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Eka Fitria, menjelaskan bahwa Bank Mandiri turut mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan iklim investasi melalui berbagai program strategis.

Salah satu terobosan terbaru dalam MIF 2025 adalah Business Matching “Energizing Private Sectors”, yang mempertemukan investor dengan korporasi besar Indonesia di sektor energi, manufaktur, dan hilirisasi mineral.

Melalui sesi Business Matching ini, ditargetkan percepatan investasi di lima sektor utama yang selaras dengan prioritas pemerintah, yaitu:

  1. Mineral mining & downstreaming
  2. Minyak & gas
  3. Manufaktur
  4. Energi terbarukan
  5. Konstruksi dan infrastruktur

Bank Mandiri berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap upaya akselerasi investasi di Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ekspansi Global dan Jaringan Bank Mandiri

Bank Mandiri telah memperluas jaringan internasionalnya melalui kantor luar negeri (KLN) di Singapura, Hongkong, Shanghai (Tiongkok), Cayman Island, Dili (Timor Leste), Kuala Lumpur (Malaysia), dan London (Inggris). Keberadaan KLN ini telah melayani lebih dari 100 ribu nasabah korporasi dan ritel, menjembatani kebutuhan bisnis global yang berhubungan dengan Indonesia.

“Bank Mandiri memiliki jaringan luas dengan lebih dari 900 bank koresponden di 35 negara. Ini memperkuat posisi kami di pasar global dan mendukung pertumbuhan bisnis,” ungkap Eka Fitria.

Optimisme Investor di Masa Pemerintahan Baru

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, menekankan bahwa penyelenggaraan MIF 2025 bertepatan dengan awal masa pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto, yang membawa program nasional strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengadaan 3 juta rumah murah.

Antusiasme investor terhadap MIF 2025 sangat tinggi. Mandiri Sekuritas bahkan menyelenggarakan Site Visit ke proyek-proyek strategis serta Corporate Day, yang mempertemukan perusahaan terbuka (Tbk) dengan calon investor. Kedua agenda ini berhasil menarik 400 investor, dengan 40% di antaranya berasal dari luar negeri, seperti Hong Kong, Singapura, Malaysia, Thailand, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Norwegia, Uni Emirat Arab, dan Australia.

Total dana kelolaan investor yang hadir dalam MIF 2025 mencapai US$ 18,65 triliun, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 14 triliun.

Stabilitas Makroekonomi dan Prospek Investasi

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menilai bahwa Indonesia berada dalam posisi yang relatif kuat di tengah perlambatan ekonomi global.

“Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia masih solid, didukung oleh kebijakan fiskal yang ekspansif, stabilitas inflasi, serta kinerja ekspor yang tetap positif di beberapa sektor unggulan. Kami juga melihat potensi perbaikan investasi seiring dengan tren pemangkasan suku bunga global,” ujar Andry.

Dengan berbagai langkah strategis yang dilakukan oleh Bank Mandiri dan pemerintah, MIF 2025 diharapkan dapat menjadi pendorong utama bagi percepatan investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.


×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version