JAKARTA, BursaNusantara.com – Tahun 2024 menjadi saksi dominasi aksi korporasi konglomerat di pasar modal Indonesia. Salah satu pemain utama adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau dikenal sebagai PIK 2, sebuah emiten yang berada di bawah kendali Grup Agung Sedayu dan Grup Salim. Dengan manuver korporasi strategis, PIK 2 mencuri perhatian investor di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Private Placement Rp 6,5 Triliun
Pada Agustus 2024, PIK 2 berhasil menghimpun dana sebesar Rp 6,5 triliun melalui aksi private placement. Dana ini digunakan untuk mengakuisisi lahan seluas 239 hektare dari pihak afiliasi, sebuah langkah strategis yang memperkuat posisinya di sektor properti.
IPO Anak Usaha PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)
Melanjutkan momentum positif, PIK 2 mengumumkan rencana initial public offering (IPO) untuk anak usahanya, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Penawaran umum ini akan dilakukan pada 3-9 Januari 2025 dengan pencatatan di BEI pada 13 Januari 2025. Sebanyak 566,89 juta saham (10% dari total saham) akan ditawarkan dengan harga Rp 3.000-4.060 per saham. Dengan estimasi total dana sebesar Rp 1,7-2,3 triliun, saham CBDK memiliki potensi lonjakan harga lebih dari 150% setelah listing.
Kontribusi Besar CBDK
CBDK, kontributor utama bisnis properti PANI, menyumbang 90% dari total pendapatan PANI pada 2023. Aset CBDK mencakup proyek-proyek perumahan seperti Permata Hijau Residence, Manhattan, dan Rumah Milenial, serta proyek komersial seperti Bizpark, Soho Manhattan, Soho The Bund, Rukan Milenial, dan Menara Syariah. Selain itu, CBDK berencana mengembangkan proyek MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions) seluas 40 hektare, hampir dua kali luas ICE BSD City.
Kinerja Saham yang Melesat
Menurut data Stockbit Sekuritas, harga saham PANI melonjak 226,5% dalam setahun, mencapai Rp 16.000 per saham. Saham emiten lain yang terkait dengan Grup Agung Sedayu juga mencatat pertumbuhan signifikan. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) naik 193,1%, sementara PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) melejit 214,4%.
Valuasi dan Potensi Capital Gain
Valuasi harga IPO CBDK mencerminkan diskon 72-79% terhadap net asset value (NAV) yang mencapai Rp 14.408 per saham. Hal ini memberikan peluang bagi investor untuk meraih capital gain hingga 157% setelah pencatatan.
“Saham CBDK sangat menarik dengan potensi kenaikan harga signifikan, mencerminkan valuasi yang undervalued dibandingkan rata-rata diskon NAV sektor properti sebesar 50%,” ujar Ahnaf Yassar, analis Samuel Sekuritas.
Manuver strategis PIK 2 melalui private placement dan IPO CBDK menunjukkan visi besar emiten ini untuk mendominasi sektor properti di Indonesia. Dengan potensi keuntungan besar dan prospek bisnis yang solid, PANI menjadi salah satu saham yang wajib diperhatikan investor pada 2025.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








