Marshanda Libatkan Sienna dalam Pilihan Hidup Romantisnya
JAKARTA, BursaNusantara.com – Marshanda kembali jadi sorotan publik bukan karena kisah asmaranya, melainkan sikapnya yang sangat terbuka pada sang anak, Sienna Ameerah, soal urusan pasangan hidup.
Meski telah lama menjalani hidup sebagai ibu tunggal, Marshanda tidak terburu-buru mencari pendamping baru.
Namun, ketika peluang cinta datang, perempuan yang pernah menikah ini justru menjadikan suara hati Sienna sebagai pertimbangan utama.
Baginya, keputusan membuka pintu untuk pasangan baru bukan hanya soal dirinya, tetapi juga kenyamanan sang anak.
Marshanda menyampaikan bahwa Sienna kini turut serta dalam proses penilaian terhadap pria yang mencoba masuk ke dalam kehidupan mereka.
Anak Tunggal yang Tak Ingin Ditinggal Perhatian
Bukan sekadar curhat, Marshanda mengungkap bahwa Sienna punya permintaan spesifik jika sang ibu kembali menjalin hubungan baru.
Sienna, yang kini menikmati status sebagai anak tunggal, dengan polos menyampaikan keinginannya agar sang ibu tidak segera punya anak lagi.
Permintaan itu dilontarkan karena ia merasa sangat nyaman menjadi satu-satunya anak, dan ingin tetap punya waktu berkualitas bersama ibunya.
“Sienna bilang, ‘Kalau Ibu punya pasangan baru, bisa nggak jangan langsung punya anak lagi? Aku nyaman jadi anak tunggal,’” cerita Marshanda.
Permintaan itu menandakan betapa kuatnya ikatan emosional antara ibu dan anak tersebut, terlebih dalam dinamika keluarga yang dijalani Marshanda selama ini.
Ketulusan Marshanda Menanggapi Permintaan Anak
Bagi Marshanda, permintaan sang anak bukan beban, melainkan pertanda bahwa ia harus ekstra hati-hati dalam mengambil langkah baru dalam hidupnya.
Ia pun tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan yang bisa mengganggu keseimbangan emosional Sienna.
Menurutnya, semua harus berjalan natural dan penuh pertimbangan, terutama jika itu menyangkut masa depan dan psikologis anak.
“Sienna bukan hanya anakku, dia adalah partner-ku. Kita punya hubungan yang saling support,” ujar Marshanda dengan penuh haru.
Ia juga tak menutup kemungkinan bahwa pendapat Sienna bisa berubah seiring waktu, namun saat ini, suara sang anak adalah prioritas.
Dinamika Hubungan Ibu dan Anak di Tengah Pilihan Hidup
Hubungan Marshanda dan Sienna tak hanya sebatas peran orang tua dan anak, melainkan dua pribadi yang saling memberi ruang dan pengertian.
Mereka sering berbagi cerita, saling menenangkan saat ada hal yang mengganggu, serta ikut merayakan kegembiraan satu sama lain.
“Kalau aku sedih, Sienna ikut sedih. Kalau aku semangat, dia pun semangat. Begitu juga sebaliknya,” ungkap Marshanda.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa keputusan Marshanda untuk melibatkan Sienna dalam proses kehidupan romansa bukanlah gimmick, melainkan sikap yang tumbuh dari relasi emosional yang kuat.
Marshanda tidak sekadar memberi tempat bagi pria baru dalam hidupnya, tetapi juga memberi ruang aman bagi anaknya untuk tetap merasa sebagai pusat dunia ibunya.
Saat Anak Menjadi Cermin Prioritas Seorang Ibu
Pilihan Marshanda untuk mengedepankan pendapat anaknya bisa menjadi cermin penting bagi para orang tua tunggal lainnya.
Di tengah tekanan sosial untuk segera “move on” dan membangun keluarga baru, Marshanda menunjukkan bahwa ada dimensi yang lebih dalam yang patut dipertimbangkan.
Yakni soal suara anak yang kerap kali luput didengar, meski merekalah yang akan terdampak langsung dari perubahan struktur keluarga.
Marshanda seolah memberi pesan: mencintai diri sendiri juga bisa berarti mendengar apa yang paling dibutuhkan oleh orang yang paling dicintai.
Sikap ini menempatkan Marshanda bukan sekadar sebagai figur publik, melainkan representasi dari ibu modern yang sadar bahwa cinta tak boleh meminggirkan suara anak.












