MBTO Tancap Gas, Transformasi Digital dan Ekspansi Jadi Senjata Utama
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Martina Berto Tbk (MBTO) siap tancap gas mengejar pertumbuhan penjualan sebesar 17% pada tahun 2025 atau setara Rp507 miliar.
Target ini dipatok setelah realisasi penjualan 2024 tercatat Rp431 miliar, yang mencerminkan pemulihan kinerja setelah melalui periode tekanan di industri kosmetik.
Presiden Direktur MBTO Bryan David Emil menyebut tahun ini akan menjadi ajang pembuktian bagi perseroan.
Dengan semangat “all out”, MBTO berkomitmen menuntaskan transformasi bisnis dan digitalisasi demi memperkuat posisi sebagai pelopor kosmetik natural dan halal.
Bryan menekankan bahwa inovasi dan keberanian bertransformasi adalah kunci menjaga relevansi bisnis di tengah perubahan perilaku konsumen yang sangat cepat.
Fokus MBTO: Digitalisasi, E-Commerce, dan Produk Halal
Strategi utama MBTO di 2025 meliputi digitalisasi dan penetrasi e-commerce lewat pendekatan live streaming, omnichannel, dan otomatisasi proses produksi.
Transformasi ini akan didukung inovasi produk kosmetik natural bersertifikasi halal yang menyasar pasar Gen-Z dan segmen niche yang terus tumbuh.
Selain itu, MBTO juga akan memperkuat ekspansi pasar ekspor ke negara-negara ASEAN dan Timur Tengah.
Penyesuaian harga, efisiensi rantai pasok, dan strategi lindung nilai kurs disiapkan untuk mengantisipasi gejolak eksternal.
Tak kalah penting, belanja pemasaran akan ditingkatkan dari 18,2% menjadi 21,65% sebagai bagian dari strategi peningkatan brand equity dan penetrasi pasar.
Potensi Segmen Pria dan Ibu-Bayi, Kunci Pertumbuhan Baru MBTO
Direktur MBTO Jos Irwin Hartanto menjelaskan bahwa target pertumbuhan 17% didasari pada banyak peluang yang belum digarap maksimal, terutama di segmen pria.
Tren pria modern yang makin peduli pada skincare membuka peluang baru di luar produk klasik seperti pomade atau deodorant.
“Pria sekarang pakai sunscreen, serum, bahkan rutin skincare-an. Ini segmen yang belum kami sentuh,” ungkap Jos.
Selain itu, MBTO juga membidik segmen ibu dan bayi sebagai pasar berkelanjutan dengan permintaan spesifik yang stabil setiap tahun.
Produk perawatan tubuh dan kulit khusus untuk ibu hamil dan bayi akan menjadi bagian dari portofolio strategis MBTO di 2025.
Herbal, Kesuburan, dan Ekspor: Pilar Baru Diversifikasi Produk
MBTO melihat potensi besar pada lini produk herbal, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahan-bahan alami.
Dengan portofolio produk herbal yang telah ada, MBTO tinggal memperkuat edukasi dan kampanye pasar berbasis manfaat alami.
Selain itu, produk di kategori kesuburan menjadi peluang baru yang tengah dikaji lebih serius oleh manajemen.
Peluang di pasar ekspor juga semakin konkret, seiring diterimanya produk MBTO tidak hanya oleh diaspora Indonesia tetapi juga konsumen lokal di negara tujuan.
“Ekspor tumbuh signifikan dalam dua tahun terakhir, dan kami akan terus memperluas jangkauan tanpa abaikan tantangan,” kata Jos.
Kinerja 2024 Positif, 2025 Diharapkan Jadi Titik Balik MBTO
MBTO menutup tahun 2024 dengan capaian laba kotor Rp173,38 miliar, naik dari Rp145,79 miliar di tahun sebelumnya.
Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan awal dari strategi efisiensi dan reposisi produk yang telah dilakukan sejak pertengahan 2023.
Namun, bottom line perseroan masih mencatatkan rugi bersih Rp4 miliar atau minus 1,03% terhadap penjualan bersih.
Tahun 2025 ditargetkan menjadi titik balik penting dengan proyeksi laba bersih Rp15,8 miliar, atau perbaikan rasio menjadi 3,12%.
Proyeksi EBITDA tahun ini dipatok Rp50 miliar, naik dari Rp35,7 miliar di 2024, menunjukkan ekspektasi perbaikan operasional dan efisiensi.
Optimisme MBTO: Menjawab Tantangan, Mencetak Laba
Perbaikan rasio profitabilitas juga terlihat dari estimasi laba usaha yang naik dari 4,70% menjadi 7,33%.
Rasio Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) juga diperkirakan membaik seiring kembalinya posisi net income ke zona positif.
MBTO tidak menutup mata terhadap tantangan global dan lokal yang memengaruhi daya beli serta biaya produksi.
Namun dengan pendekatan menyeluruh dari digitalisasi, diversifikasi produk, ekspansi ekspor, hingga efisiensi operasional manajemen yakin bisa membalikkan arah.
“2025 akan menjadi tahun pembuktian, dan kami tidak akan setengah hati,” tegas Bryan dalam penutupan paparan publiknya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












