JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah terus menggenjot sektor perumahan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengisyaratkan adanya kolaborasi dengan Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mendukung proyek pembangunan perumahan skala besar.
Sinergi Pemerintah dan Danantara untuk Proyek Perumahan
Dalam pertemuan dengan CEO Danantara, Rosan Roeslani, di Jakarta, Selasa (1/4/2025), Maruarar menegaskan pentingnya dukungan dari sektor investasi untuk mempercepat realisasi proyek perumahan nasional. Ia menilai sektor ini memiliki dampak ekonomi yang luas, mulai dari industri bahan bangunan hingga lapangan pekerjaan.
“Pembangunan perumahan bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Dari industri semen, pasir, lantai, hingga tenaga kerja yang terlibat, semuanya memiliki kontribusi besar dalam perekonomian,” ujar Maruarar.
Danantara Siap Menganalisis Peluang Investasi
Menanggapi permintaan tersebut, Rosan Roeslani menyatakan bahwa Danantara terbuka terhadap peluang kerja sama dengan berbagai sektor, termasuk perumahan. Namun, ia menegaskan bahwa setiap proyek harus memenuhi standar dan kriteria investasi yang telah ditetapkan.
“Kami akan menganalisis setiap proyek secara komprehensif. Aspek return investasi, penciptaan lapangan pekerjaan, serta dampak terhadap industrialisasi menjadi faktor utama dalam evaluasi kami,” jelas Rosan.
Sebagai sovereign wealth fund (SWF) yang mengelola aset-aset strategis BUMN, Danantara memiliki mandat untuk mengoptimalkan investasi di berbagai sektor ekonomi guna meningkatkan nilai tambah bagi negara.
Transformasi Holding BUMN untuk Optimalisasi Investasi
Sebelumnya, sejumlah perusahaan BUMN telah mengalihkan saham Seri B mereka kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, sebagai bagian dari pendirian Holding Operasional BPI Danantara. Proses ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 15/2025, yang bertujuan untuk memperkuat struktur investasi nasional.
Bank-bank besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), serta BUMN lain seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), turut serta dalam skema pengalihan saham ini. Transformasi ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan investasi di sektor strategis, termasuk perumahan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan Danantara, sektor perumahan nasional berpotensi mendapatkan dorongan besar. Jika investasi ini berjalan sesuai rencana, pembangunan rumah bagi masyarakat bisa semakin cepat terwujud, sekaligus menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.












