Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

MBMA Catatkan Penjualan Perdana MHP, Saham Meroket

233
×

MBMA Catatkan Penjualan Perdana MHP, Saham Meroket

Sebarkan artikel ini
MBMA Catatkan Penjualan Perdana MHP Saham Meroket
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berhasil melakukan penjualan perdana Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) melalui PT ESG New Energy Material.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengumumkan pencapaian penting dengan berhasilnya penjualan perdana Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Produk ini dihasilkan oleh PT ESG New Energy Material (ESG), perusahaan patungan antara MBMA dan GEM Co Ltd (GEM) yang mengoperasikan fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL).

Saham MBMA merespons positif pencapaian ini dengan melonjak 7,9% ke level Rp 298 per lembar pada perdagangan terbaru.

Sponsor
Iklan

Penjualan Perdana MHP MBMA

PT ESG memperoleh Izin Usaha Industri (IUI) pada Februari 2025 dan segera merealisasikan penjualan perdana pada Maret 2025 dengan mengirimkan 6.500 metrik ton nikel dalam bentuk MHP. Pengiriman ini menandai dimulainya serangkaian ekspor yang dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun.

Presiden Direktur MBMA, Teddy Oetomo, menegaskan bahwa keberhasilan penjualan ini merupakan pencapaian strategis bagi perusahaan dan mitra bisnisnya.

“Keberhasilan ini mencerminkan kemampuan kami dalam menyelesaikan proyek tepat waktu serta memenuhi permintaan pasar global akan bahan baku baterai berkualitas tinggi,” ujar Teddy dalam keterangan pers, Jumat (14/3/2025).

Kapasitas Produksi HPAL ESG

Pabrik HPAL ESG dirancang untuk menghasilkan 30 ribu ton nikel MHP per tahun. Proses produksi dibagi menjadi dua tahap:

  • Train 1 memiliki kapasitas 20 ribu ton per tahun dan telah mencapai kapasitas penuh sejak Desember 2024.
  • Train 2 dengan kapasitas 10 ribu ton per tahun sedang dalam tahap commissioning dan ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal II-2025.

Untuk mendukung pasokan bahan baku, MBMA mengandalkan Tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) sebagai sumber bijih limonit jangka panjang bagi ESG.

Ekspansi & Pembangunan Pabrik Tambahan

Pembangunan fasilitas pendukung terus berjalan sesuai rencana. Saat ini, MBMA tengah menyelesaikan proyek pabrik persiapan bijih atau Feed Preparation Plant (FPP) di Tambang SCM. Pabrik ini akan memastikan kelancaran transportasi bijih limonit melalui pipa bubur ke fasilitas ESG di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mulai paruh kedua 2025.

Selain ESG, MBMA juga sedang mengembangkan dua pabrik HPAL tambahan:

  • PT Meiming New Energy Material, yang ditargetkan memiliki kapasitas produksi 25 ribu ton nikel MHP per tahun.
  • PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC), yang saat ini dalam tahap konstruksi dengan kapasitas produksi tahunan 90 ribu ton nikel MHP dan dijadwalkan beroperasi pada pertengahan 2026.

Komitmen MBMA dalam Industri Baterai Global

Sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang, MBMA terus memperkuat posisinya dalam rantai pasok global untuk industri baterai kendaraan listrik. Perusahaan berkomitmen untuk mendukung transformasi energi global dengan menerapkan praktik bisnis berkelanjutan.

“Kami mengutamakan kesehatan dan keselamatan karyawan, kesejahteraan masyarakat, serta pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. MBMA akan terus berkontribusi dalam pengembangan industri baterai global,” tutup Teddy.

Dengan langkah ini, MBMA semakin menegaskan perannya dalam mendukung kebutuhan industri kendaraan listrik dunia dan memperkuat posisinya sebagai pemain utama di sektor bahan baku baterai.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.