Geser Kebawah
PasarSaham

MDLA Masih Sideways, Investor Tunggu Bukti Pertumbuhan

128
×

MDLA Masih Sideways, Investor Tunggu Bukti Pertumbuhan

Sebarkan artikel ini
MDLA Masih Sideways, Investor Tunggu Bukti Pertumbuhan
Saham MDLA stagnan usai IPO meski oversubscribe. Kinerja keuangan dan strategi penggunaan dana jadi sorotan pelaku pasar.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Antusiasme publik terhadap saham PT Medela Potentia Tbk. (MDLA) tak sepenuhnya tercermin dalam performa pasarnya.

Meski debut perdana di Bursa Efek Indonesia pada 15 April 2025 disambut hangat lewat aksi oversubscribe enam kali, harga saham MDLA justru hanya naik tipis 1,6% dalam sebulan, mengakhiri sesi perdagangan di angka Rp 190 per saham.

Sponsor
Iklan

Antusiasme IPO Tak Menjamin Performa

Sentimen pasar terhadap MDLA pasca-IPO ternyata belum cukup kuat untuk mendongkrak harga secara signifikan.

Walau mendapat partisipasi sekitar 65 ribu investor saat masa bookbuilding, arah pergerakan saham cenderung stagnan.

Baca Juga: Paradise Indonesia Raih Kesuksesan Obligasi: Kepercayaan Investor Meningkat

Menurut Audi, Vice President Marketing, Strategy & Planning, perhatian pelaku pasar kini lebih tertuju pada bagaimana perusahaan mengelola dana hasil IPO.

Sebagian besar atau sekitar 80% digunakan untuk pelunasan pinjaman ke PT AAM, sementara 3% dialokasikan untuk proyek digital.

Alokasi ini memberi kesan bahwa MDLA lebih fokus menyelesaikan kewajiban jangka pendek ketimbang mengejar ekspansi agresif, sehingga investor menilai belum ada motor penggerak baru bagi pertumbuhan pendapatan.

Baca Juga: Saham PANI Terkoreksi Tajam 14 Ribuan: Peluang atau Risiko?

Kinerja Keuangan Masih Lemah

Dari sisi fundamental, MDLA masih harus bekerja keras untuk menyamai performa rata-rata industri. Net profit margin (NPM) per kuartal hanya 2,36%, jauh tertinggal dibanding rata-rata sektor sebesar 4,08%.

Selain itu, tren laba per saham (EPS) menunjukkan perlambatan, memperkuat kekhawatiran pasar terhadap efektivitas operasional perusahaan.

Investor kini cenderung mencari emiten yang sudah menunjukkan performa nyata di tengah pasar yang diliputi ketidakpastian.

Baca Juga: Andry Hakim Ungkap Rahasia Cuan Ribuan Persen di Saham PANI

Valuasi Menarik, Tapi Pasar Perlu Keyakinan

Meski kinerja belum memuaskan, secara valuasi MDLA dianggap cukup murah. Dengan PER sebesar 7,86 kali dan PBV sebesar 1,3 kali, saham ini berada di bawah rerata sektor, memberikan ruang apresiasi harga apabila perusahaan mampu mencatatkan perbaikan kinerja secara bertahap.

Audi menambahkan bahwa secara teknikal, MDLA berpotensi naik ke Rp 200 jika mampu menembus level resistensi di kisaran Rp 192.

Namun selama saham masih bergerak dalam pola sideways Rp 187–Rp 192, peluang ini belum terkonfirmasi.

Pandangan Lain: Peluang Masih Ada, Tapi Belum Sekarang

Indy Naila, analis investasi dari Edvisor Profina Visindo, menilai pasar masih bersikap wait and see karena belum ada katalis positif baik secara sektor maupun kinerja keuangan.

Baca Juga: Investor Asing Serbu SBN Pendek, Antisipasi Gejolak Global

Ia menilai MDLA masih memiliki peluang lewat strategi diversifikasi produk dan ekspansi di sektor kesehatan, namun investor baru akan memberi respons apabila terlihat adanya peningkatan laba bersih yang berkelanjutan.

Saat ini, menurutnya, investor cenderung menahan diri dan menunggu kepastian bahwa MDLA benar-benar mampu bertumbuh secara organik.

Dengan asumsi adanya perbaikan kinerja keuangan di laporan mendatang, potensi penguatan ke Rp 200 tetap terbuka, namun belum jadi prioritas jangka pendek pelaku pasar.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.