Aksi KorporasiHeadlinePasar

Medco Energi (MEDC) Targetkan 9,75% Pertumbuhan Penjualan Listrik

135
medco energi (medc) targetkan 9,75% pertumbuhan penjualan listrik kompres
Medco Energi bidik penjualan listrik 4.500 GWh di 2025 dengan ekspansi proyek panas bumi, PLTS Bali, dan ELB Add On 39 MW.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), perusahaan energi milik keluarga Panigoro, menargetkan penjualan listrik sebesar 4.500 gigawatt per hour (GWh) pada tahun 2025.

Angka ini meningkat 9,75% dari panduan tahun 2024 sebesar 4.100 GWh. Hingga September 2024, MEDC telah merealisasikan penjualan listrik sebesar 2.961 GWh.

CFO MEDC Anthony Mathias menjelaskan bahwa perusahaan tengah mengembangkan tiga proyek utama: pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ijen, ekspansi proyek PT Energi Listrik Batam (ELB), dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Bali.

“Proyek-proyek ini mencerminkan komitmen MedcoEnergi terhadap pertumbuhan berkelanjutan dan diversifikasi solusi energi,” ujar Anthony, Selasa (28/1/2025).

Ekspansi Proyek Energi Baru dan Terbarukan

Anak usaha Medco Power Indonesia memastikan bahwa tiga proyek tersebut akan mulai beroperasi komersial pada awal 2025. Total tambahan kapasitas listrik bersih dari ketiga proyek ini mencapai 199 megawatt (MW).

Proyek PLTP Ijen memiliki kapasitas 100 MW, PLTS Bali sebesar 2×25 megawatt peak (MWp), dan proyek ELB Add On sebesar 39 MW.

Proyek PLTP Ijen digarap oleh PT Medco Cahaya Geothermal, di mana Medco Power memegang 51% saham sementara sisanya dimiliki PT Ormat Geothermal Power.

Wilayah kerja panas bumi Blawan Ijen terletak di Jawa Timur, meliputi Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi, dan Situbondo. Konsorsium Medco-Ormat mendapatkan wilayah kerja ini melalui lelang pada 2010 dengan masa pengembangan selama 35 tahun.

Rencana Operasi Komersial dan Potensi Pendapatan

Direktur & CFO Medco Power Indonesia, Myrta Sri Utami, mengungkapkan bahwa ketiga proyek ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan pada tahun buku 2025.

“Pendapatan akan mengikuti kapasitas yang bertambah, begitu juga dengan penjualan listrik,” ujarnya. Namun, Myrta tidak merinci secara spesifik potensi tambahan pendapatan dari proyek ini.

PLTS di Bali dikerjakan melalui kerjasama dengan Solar Philippines Power Project Holdings, Inc. Dua anak usaha patungan, yaitu PT Medco Solar Bali Timur dan PT Medco Solar Bali Barat, masing-masing memegang 51% saham oleh Medco.

PLN akan membeli listrik dari proyek ini dengan harga US$5,92 sen per kWh untuk PLTS Bali Barat dan US$5,59 sen per kWh untuk PLTS Bali Timur.

Pembangkit Listrik Siklus Gabungan di Batam

Proyek ELB Add On menambahkan kapasitas 39 MW pada pembangkit listrik siklus gabungan di Batam. Pembangkit ini dikelola oleh PT Energi Listrik Batam (ELB) yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Medco (45,49%).

Proyek ini beroperasi berdasarkan perjanjian jual beli listrik dengan PLN yang telah berjalan sejak 2016. Proyek ELB Add On akan meningkatkan kapasitas dan efisiensi pembangkit untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Batam.

Komitmen Medco terhadap Energi Terbarukan

Strategi ekspansi ini mencerminkan fokus Medco Energi pada energi terbarukan dan keberlanjutan. Dengan diversifikasi proyek dari panas bumi hingga energi surya, MEDC berharap dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam solusi energi ramah lingkungan di Indonesia.

Melalui pengembangan tiga proyek besar ini, MEDC tidak hanya menargetkan pertumbuhan penjualan listrik, tetapi juga berkontribusi pada upaya global dalam mengurangi emisi karbon dan mengembangkan sumber energi hijau.

Dengan target pertumbuhan penjualan listrik sebesar 9,75% pada tahun 2025, Medco Energi menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan energi terbarukan.

Proyek-proyek PLTP Ijen, PLTS Bali, dan ELB Add On menjadi pilar utama dalam pencapaian target ini, sekaligus mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version