Pemerintah Pastikan Pondasi Ekonomi Kokoh Hadapi Tekanan Global
JAKARTA, BursaNusantara.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan terkait kondisi nilai tukar rupiah yang telah melewati level psikologis Rp17.000 per dolar AS.
Pemerintah memantau pergerakan pasar keuangan domestik yang saat ini sedang mengalami tekanan berbarengan dengan koreksi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menkeu menegaskan bahwa indikator ekonomi nasional saat ini justru menunjukkan performa yang bertolak belakang dengan asumsi resesi yang beredar luas.
Baca Juga
Ekonomi Indonesia dipastikan masih berada dalam jalur ekspansi meskipun terdapat gejolak pada nilai tukar rupiah di pasar global.
Otoritas fiskal berkomitmen menjaga daya beli masyarakat di tengah kekhawatiran melambatnya aktivitas ekonomi nasional.
Menurut Purbaya, kondisi saat ini sama sekali belum menunjukkan indikasi krisis maupun perlambatan ekonomi yang signifikan.
Bantahan Resesi dan Penguatan Daya Beli Masyarakat
Pernyataan ini merupakan respon langsung terhadap opini beberapa pengamat ekonomi yang menyamakan situasi sekarang dengan krisis tahun 1998.
Asumsi mengenai hancurnya daya beli masyarakat dibantah secara tegas oleh Menteri Keuangan setelah melakukan peninjauan di lapangan.
Pemerintah meminta para investor di pasar modal untuk tidak terjebak dalam kepanikan akibat fluktuasi indeks dan nilai tukar rupiah.
Fondasi ekonomi nasional terus dijaga ketat guna mengantisipasi tekanan eksternal yang semakin dinamis dalam beberapa pekan ke depan.
Fokus utama kementerian saat ini adalah memastikan momentum akselerasi pertumbuhan tetap berada pada jalurnya.
Langkah-langkah strategis disiapkan secara berkala untuk menetralisir dampak negatif dari tingginya volatilitas pasar keuangan dunia.
Rekam Jejak Mitigasi Krisis dan Momentum Pertumbuhan
Indonesia dinilai telah memiliki pengalaman dan rekam jejak yang teruji dalam menghadapi berbagai guncangan ekonomi global di masa lalu.
Pemerintah merujuk pada keberhasilan penanganan krisis finansial tahun 2008 dan tantangan pandemi pada tahun 2020 sebagai referensi kebijakan.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi otoritas untuk merumuskan langkah mitigasi yang tepat dalam meredam gejolak nilai tukar rupiah.
Pengetahuan mengenai penyebab krisis masa lalu digunakan sebagai dasar untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil.
Berdasarkan pengamatan di Pasar Tanah Abang, aktivitas ekonomi riil disebut masih menunjukkan tanda-tanda ekspansi yang sehat.
Kemitraan lintas otoritas terus diintensifkan guna menjaga kepercayaan pasar terhadap stabilitas makro ekonomi Indonesia secara menyeluruh.
Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan tetap optimis mengingat ketersediaan instrumen kebijakan yang cukup untuk menghadapi gejolak pasar saat ini.
Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











