JAKARTA, BursaNusantara.com – Menko PMK Pratikno Dorong Program Makan Bergizi Gratis untuk Gizi dan Ekonomi Lebih Baik
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memiliki visi besar melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diharapkan menjadi solusi peningkatan gizi anak-anak sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat menengah bawah.
Pratikno mengungkapkan pentingnya menjaga kualitas dan keberlanjutan program MBG saat meninjau pelaksanaan perdana di SLB Cahaya Jaya, Jakarta Utara. Bersama Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi, ia menyaksikan langsung antusiasme siswa yang menerima paket makanan bergizi.
“Kita melihat anak-anak di sini sangat antusias. Program seperti ini sangat penting untuk mendukung tradisi makan sehat sejak usia dini,” ujar Pratikno saat berbincang dengan siswa dan guru di lokasi.
Menu Gizi Seimbang untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Sebanyak 54 siswa berkebutuhan khusus dari SD, SMP, hingga SMA menerima paket makanan bergizi gratis yang berisi nasi, ayam goreng, sayur, tahu, dan buah pisang. Komposisi menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak secara optimal.
Antusiasme siswa terlihat jelas, bahkan beberapa menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang menginisiasi program ini.
Ekspansi SPPG Tingkatkan Cakupan Program MBG
Teguh Setyabudi menegaskan bahwa pemerintah terus memperluas jangkauan program ini dengan menambah 9 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di Jakarta Utara, menjadikan total 13 SPPG. Kini, program MBG telah melayani 118 sekolah dengan total siswa mencapai 37.667 orang.
“Alhamdulillah, ekspansi ini melampaui target awal kami. Pada tahun 2025, kami bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan total 153 SPPG untuk mendukung lebih banyak siswa,” ujar Teguh.
Dampak Ekonomi dan Sosial Program MBG
Menurut Pratikno, selain memperbaiki kualitas gizi anak-anak, program MBG juga memiliki potensi besar dalam memberdayakan pelaku usaha lokal, khususnya UMKM. Setiap paket makanan yang disediakan melibatkan pemasok lokal, menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat.
“Program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan untuk masyarakat menengah bawah,” jelas Pratikno.
Komitmen Pemerintah untuk Keberlanjutan Program
Pratikno menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan MBG melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah DKI Jakarta bahkan telah mengalokasikan dana khusus dalam APBD untuk mendukung keberlanjutan program ini.
“Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis MBG akan menjadi program nasional yang memberikan manfaat luas,” pungkasnya.












