Geser Kebawah
AgrobisnisBisnisHeadline

Mentan Copot Pinca Bulog Nganjuk, Serapan Gabah Jadi Sorotan

143
×

Mentan Copot Pinca Bulog Nganjuk, Serapan Gabah Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Mentan Copot Pinca Bulog Nganjuk Serapan Gabah Jadi Sorotan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot Pinca Bulog Nganjuk akibat lambatnya serapan gabah petani yang memicu protes dari kepala desa.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mencopot Pimpinan Cabang (Pinca) Perum Bulog Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Langkah ini diambil menyusul lambannya serapan gabah petani di wilayah tersebut, yang memicu protes dari sejumlah kepala desa.

Pencopotan Pinca Bulog Nganjuk

Keputusan pencopotan Pinca Bulog Nganjuk diumumkan langsung oleh Mentan pada Rabu (26/3). Ia menegaskan bahwa Bulog harus bekerja lebih cepat dan sigap dalam menyerap gabah petani, terutama dalam kondisi panen raya saat ini.

Sponsor
Iklan

“Sudah dicopot hari ini. Bulog tidak boleh berdiam diri, kita tidak boleh berpangku tangan, dan semua harus bergerak sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Mentan di Jakarta.

Sebelumnya, protes keras datang dari Aliansi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Nganjuk yang menilai kinerja Bulog lambat dan tidak responsif dalam menangani pembelian gabah petani. Mereka menyoroti anjloknya harga gabah yang tidak segera ditindaklanjuti oleh Bulog, sehingga berdampak pada kesejahteraan petani.

Keluhan Petani dan Viral di Media Sosial

Keluhan para kepala desa terhadap kebijakan Bulog ini menjadi viral di media sosial. Banyak pihak menyoroti lambatnya serapan gabah oleh Bulog, padahal panen raya sudah berlangsung sejak akhir Februari 2025 dan masih akan berlanjut hingga April.

Menurut Mentan, keputusan pencopotan ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Direktur Utama Bulog mengambil langkah ini setelah menerima masukan dari masyarakat terkait kinerja Bulog di lapangan.

“Bulog seharusnya lebih cepat merespons panen raya. Jika semua pihak bergerak, maka swasembada seperti yang diperintahkan Presiden Prabowo dapat tercapai,” tegasnya.

Target Serapan Gabah dan Upaya Pemerintah

Pada panen raya tahun ini, pemerintah menargetkan penyerapan gabah setara beras hingga 3 juta ton. Mentan menegaskan bahwa jerih payah petani dalam memproduksi gabah harus diapresiasi, bukan malah terhambat oleh lambatnya serapan.

“Kita ingin swasembada pangan ini bisa terwujud selamanya. Jangan sampai petani kehilangan semangat bertani karena masalah seperti ini,” tambahnya.

Dengan pencopotan Pinca Bulog Nganjuk, diharapkan serapan gabah di wilayah tersebut dapat berjalan lebih optimal, mendukung stabilitas harga, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Tinggalkan Balasan