Geser Kebawah
Nasional

Menteri PU Siap Mundur, Dody: “Saya Ini Batur Presiden”

141
×

Menteri PU Siap Mundur, Dody: “Saya Ini Batur Presiden”

Sebarkan artikel ini
menteri pu siap mundur, dody “saya ini batur presiden” kompres
Menteri PU Dody Hanggodo siap mundur tanpa protes jika Presiden Prabowo Subianto memutuskan reshuffle kabinet.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Isu reshuffle kabinet kembali hangat dibicarakan setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal perubahan dalam kabinet Merah Putih. Salah satu menteri yang langsung merespon isu ini adalah Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Sikapnya yang tenang dan penuh pengertian menunjukkan loyalitasnya kepada Presiden.

Dalam sebuah wawancara singkat usai menghadiri upacara Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkunagoro X, Jumat (7/2/2025), Dody mengungkapkan bahwa dirinya siap untuk menerima keputusan apapun dari Presiden Prabowo, termasuk jika harus mundur dari jabatannya.

Sponsor
Iklan

“Kalau bagi saya, saya ini kan batur, pembantu. Kan yang namanya pembantu tidak ada kontrak kerja. Juragannya bilang dikeluarkan ya saya harus melakukannya,” ujar Dody dengan nada santai.

Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa menjadi seorang menteri adalah sebuah amanah yang diberikan oleh Presiden. Jika Presiden merasa bahwa dirinya sudah tidak sesuai dengan visi dan misi pemerintah, Dody siap mundur tanpa perlawanan.

“Kalau Pak Presiden mengatakan ‘Dod, saya sudah tidak suka lagi dengan caramu’, ya sudah saya selesai. Saya nggak perlu protes kenapa, padahal menurut saya kerja saya bagus. Ya karena saya batur,” ungkapnya dengan tegas.

Loyalitas dan Prinsip sebagai Pembantu Presiden

Dody juga menekankan bahwa prinsip menjadi pembantu Presiden ini sudah ia pegang sejak pertama kali menjabat sebagai menteri di Kabinet Merah Putih. Ia menyadari bahwa posisi sebagai menteri adalah sebagai pembantu presiden yang sewaktu-waktu bisa diganti sesuai kebutuhan negara.

“Kalau saya ya seperti itu, nggak tahu kalau yang lain. Kalau saya, saya tempatkan diri saya seperti itu, sebagai batur. Ya sudah kalau difungsikan untuk A ya saya maksimalkan. Kalau kemudian majikan saya mengatakan sudah pegel dengan saya, ya sudah selesai titik, nggak pakai protes,” tambahnya.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Dody memiliki pemahaman mendalam tentang peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari pemerintahan. Baginya, jabatan bukanlah soal kekuasaan, tetapi soal pengabdian.

Sinyal Kuat dari Presiden Prabowo

Isu reshuffle ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan dalam acara puncak peringatan hari lahir ke-102 Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025). Presiden menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih dan berpihak kepada rakyat.

“Kepentingan hanya untuk bangsa, rakyat, tidak ada kepentingan lain. Yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat ya saya akan singkirkan!” tegas Prabowo dalam pidatonya.

Pernyataan ini memicu spekulasi bahwa akan ada perubahan dalam jajaran kabinetnya. Publik pun menanti siapa saja yang mungkin akan terimbas dari kebijakan ini.

Harapan dan Tantangan

Dengan adanya isu reshuffle ini, masyarakat berharap agar perombakan kabinet tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar berdasarkan evaluasi kinerja yang objektif. Dody sendiri menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari roda pemerintahan yang harus siap menerima apapun keputusan dari Presiden.

“Kalau kita karyawan, pegawai kan ada kontrak kerja, ada aturan. Kalau kita kan batur,” pungkas Dody, menunjukkan kesadarannya akan posisi dan fungsinya sebagai pembantu presiden.

Dody Hanggodo menunjukkan sikap yang profesional dalam menanggapi isu reshuffle kabinet yang berkembang. Dengan menyatakan dirinya sebagai “batur” atau pembantu Presiden, ia siap menerima apapun keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto. Sikap ini menjadi cerminan dari loyalitas dan integritas seorang pejabat negara dalam menjalankan tugasnya.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru