BisnisOtomotif

Mercedes-Benz Optimistis Pasar Premium Tetap Tumbuh

238
Mercedes-Benz Optimistis Pasar Premium Tetap Tumbuh
Inchcape Indomobil yakin pasar mobil premium tetap stabil di tengah ancaman tarif AS dan fluktuasi nilai tukar.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Di tengah ketidakpastian global dan ancaman kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat, PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia, distributor resmi Mercedes-Benz di Indonesia, menyatakan keyakinannya terhadap pertumbuhan pasar mobil premium Tanah Air.

Menurut Chief Operating Officer Donald Rachmat, segmen mobil premium memiliki karakteristik konsumen yang unik. Kalangan atas yang menjadi target pasar bukan hanya memandang mobil sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai simbol gaya hidup dan identitas personal.

“Segmen ini relatif stabil karena konsumennya tidak terlalu terpengaruh oleh dinamika ekonomi jangka pendek. Mereka membeli mobil dengan pendekatan emosional terhadap merek,” ujar Donald, Senin (21/4).

Respons terhadap Potensi Tarif AS

Mengenai wacana pemberlakuan tarif impor dari AS, Donald menjelaskan bahwa hingga kini belum ada dampak konkret terhadap industri otomotif nasional.

Baca Juga: Mercedes Fokus ke NEV, Optimis Pasar 2025

Pemerintah Indonesia sendiri masih dalam tahap konsolidasi internal untuk menentukan langkah terbaik dalam merespons kebijakan tersebut.

“Kami belum melihat efek langsungnya di pasar. Pemerintah juga masih mendiskusikan secara internal,” jelasnya.

Penjualan Fluktuatif Pascalebaran

Mengacu pada data Gaikindo, penjualan mobil penumpang (Passenger Car/PC) Mercedes-Benz mengalami koreksi 10,7% pada Maret 2025 dibanding Februari.

Namun di segmen kendaraan komersial (Commercial Vehicle/CV), terjadi lonjakan signifikan sebesar 62%, dari 50 unit menjadi 81 unit.

Baca Juga: Indomobil Multi Jasa (IMJS) Siap Gelar Right Issue 3 Miliar Saham

Donald mengungkapkan bahwa tren penjualan saat ini masih dipengaruhi oleh transisi pascalibur Lebaran, yang baru selesai pada awal April.

“Secara mingguan, dua pekan terakhir menunjukkan stabilitas. Jadi koreksi bulan Maret belum mencerminkan tren keseluruhan,” katanya.

Fluktuasi Rupiah dan Potensi Penyesuaian Harga

Terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan euro, pihak Inchcape belum mengambil kebijakan untuk menyesuaikan harga kendaraan.

Namun, Donald mengakui pihaknya terus memantau perkembangan pasar valuta asing dan tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian harga di masa depan.

Baca Juga: PIK 2 (PANI): Saham Raksasa Properti yang Masih Menggiurkan

“Jika volatilitas nilai tukar terus meningkat, ada potensi untuk penyesuaian. Tapi itu lebih ke arah jangka menengah atau panjang,” imbuhnya.

Strategi Jangka Panjang Tetap Optimis

Di tengah potensi tekanan global, Inchcape tetap menatap 2025 dengan optimisme, terutama untuk produk Mercedes-Benz yang menyasar konsumen loyal dan berdaya beli tinggi.

Dengan portofolio produk yang kuat serta brand image yang sudah mengakar, Donald meyakini pertumbuhan pasar mobil premium akan tetap terjaga.

Baca Juga: Prospek dan Tantangan di Balik Premium IPO RATU

“Kami akan terus memperkuat posisi merek melalui layanan purnajual, pengalaman pelanggan, dan peluncuran model-model baru yang relevan dengan kebutuhan pasar premium Indonesia,” pungkas Donald.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version