JAKARTA, BursaNusantara.com – Merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Smart Telecom diprediksi memberikan dampak positif terhadap valuasi saham EXCL. Saat ini, saham EXCL dinilai masih dalam kondisi undervalued, menawarkan potensi kenaikan harga yang signifikan.
Progres Merger dan Potensi Sinergi
Proses mega merger EXCL dan FREN berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Nilai sinergi pra-pajak dari penggabungan ini diperkirakan mencapai US$ 300-400 juta per tahun setelah integrasi selesai.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis, menyatakan bahwa valuasi saham EXCL berpeluang mengalami revisi naik karena sinergi besar yang akan diperoleh dari merger ini.
“Dengan harga Rp 2.260, saham EXCL saat ini mengalami diskon besar dibandingkan valuasi setelah merger nantinya,” ujar Niko dalam risetnya.
Katalis Positif bagi EXCL
Salah satu faktor yang mendukung prospek positif EXCL adalah proses merger yang berjalan sesuai ekspektasi. Selain itu, EXCL berencana membagikan dividen sebesar Rp 85,7 per saham, yang akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 Maret 2025.
Dividen tersebut mencerminkan payout ratio sebesar 62% dari laba bersih tahun buku 2024, dengan yield sebesar 3,8%. Langkah ini semakin memperkuat daya tarik saham EXCL di mata investor.
Efisiensi Operasional Pasca Merger
Menurut analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Daniel Widjaja, merger EXCL dan FREN diperkirakan menghasilkan penghematan operasional yang signifikan. Salah satu strategi utama adalah penonaktifan 20-30% menara yang tumpang tindih, atau sekitar 12.000-15.000 lokasi, yang berpotensi menghemat hingga Rp 1,7 triliun per tahun.
Efisiensi tersebut juga mencakup konsolidasi jaringan dan sistem teknologi informasi (TI), yang diharapkan mulai menunjukkan dampak positif pada pertengahan 2025.
“Stabilisasi opex akan didukung oleh negosiasi dengan vendor serta operasional yang lebih efisien,” jelas Daniel.
Rekomendasi Analis
Dengan potensi pertumbuhan yang besar, analis Mirae Asset Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi “buy” untuk saham EXCL dengan target harga Rp 2.900. Perhitungan ini didasarkan pada estimasi EV/EBITDA 2025 sebesar 4,2 kali.
Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas juga memberikan rekomendasi “buy” dengan target harga Rp 2.800. Menurut mereka, EXCL masih memiliki kinerja standalone yang kuat, dengan tambahan potensi peningkatan setelah sinergi merger terealisasi sepenuhnya.
Dengan proses merger yang diperkirakan selesai sebelum pertengahan 2025, industri telekomunikasi di Indonesia diproyeksikan mengalami peningkatan profitabilitas yang signifikan, memberikan peluang investasi menarik bagi para pemegang saham EXCL.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












