MFIN Resmi Dapat Restu Merger dari Semua Pihak
JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Mandala Multifinance Tbk. (IDX:MFIN) akhirnya mengantongi persetujuan penuh atas rencana merger dengan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (IDX:ADMF), termasuk dari PT Pos Indonesia dan para kreditur utama.
Corporate Secretary MFIN, Andreas Dwi Kurniawan, menyatakan bahwa persetujuan tertulis dari PT Pos Indonesia telah diterima sejak 4 Juni 2025.
MFIN juga mengonfirmasi bahwa seluruh kreditur serta mitra kerja strategis telah menyampaikan persetujuan resmi.
Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas Surat Bursa nomor S-06219/BEI.PP3/06-2025 tertanggal 23 Juni 2025.
Pemegang Sukuk Juga Sepakat, Kewajiban Diambil Alih ADMF
Tak hanya kreditur dan mitra bisnis, pemegang Sukuk Mudharabah MFIN juga memberikan dukungan penuh.
Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) yang digelar 19 Juni 2025 menghasilkan keputusan bulat menyetujui merger ini.
Khususnya, mereka menyetujui bahwa seluruh kewajiban sukuk akan dialihkan ke ADMF setelah penggabungan efektif.
MFIN memastikan bahwa tidak ada perubahan skema pembayaran atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2022.
Sukuk senilai tersebut akan tetap dilunasi tepat waktu pada tanggal jatuh tempo, yaitu 6 Juli 2025.
MFIN Tegaskan Tak Ada Dampak Material ke Saham
Manajemen MFIN menyatakan bahwa hingga kini tidak ada kejadian material yang bisa memengaruhi kelangsungan usaha.
Pernyataan ini secara tidak langsung menghilangkan kekhawatiran pelaku pasar terkait dampak merger terhadap harga saham MFIN.
Kepastian ini penting karena pasar sempat mencermati potensi risiko likuidasi MFIN pasca-merger.
MFIN juga tidak mengumumkan adanya restrukturisasi besar atau perubahan fundamental dalam model bisnisnya.
Merger Masuk Agenda Besar MUFG, ADMF Jadi Entitas Baru
Sebagai bagian dari rencana strategis Grup Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), merger ini akan memperkuat struktur konglomerasi keuangan mereka di Indonesia.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) akan menjadi entitas penerima penggabungan tanpa mengubah nama perusahaan.
Menurut prospektus yang dirilis 30 April 2025, ADMF akan menandatangani akta merger dengan MFIN pada 1 Juli 2025.
Setelah penandatanganan tersebut, MFIN akan menjalani proses likuidasi sederhana yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir September 2025.
Proses Merger Dimulai Juli, Beres Sebelum Q4 2025
Penandatanganan akta merger antara ADMF dan MFIN akan resmi dilakukan pada 1 Juli 2025.
Tahap berikutnya adalah proses likuidasi sederhana yang berlangsung dari 1 Juli hingga 30 September 2025.
Setelah seluruh proses rampung, ADMF secara penuh akan menyerap operasional dan aset MFIN.
Target penyelesaian merger sebelum kuartal IV 2025 menunjukkan urgensi MUFG dalam menyusun ulang struktur anak usahanya.
MFIN pun menegaskan kembali bahwa seluruh transisi akan dilakukan secara tertib tanpa gangguan layanan kepada pelanggan.
Strategi Konsolidasi Pasar, Posisi MFIN dan ADMF Kian Dominan
Merger ini diyakini akan menciptakan entitas multifinance dengan skala operasional dan kapitalisasi pasar yang jauh lebih besar.
ADMF yang sudah mapan akan mendapat suntikan basis pelanggan dari MFIN, termasuk kemitraan strategis yang sudah berjalan.
Bagi MUFG, penggabungan ini mempertegas arah konsolidasi keuangan mereka dalam memperkuat jaringan pembiayaan ritel.
Dari sisi konsumen, merger ini tidak akan berdampak pada kontrak layanan karena seluruh kewajiban akan tetap dijalankan ADMF.
Dengan kepastian restu penuh dari semua pihak, merger ini tinggal selangkah lagi menuju realisasi.
Perhatian pasar kini tertuju pada implementasi transisi dan konsistensi kinerja pasca-penggabungan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












