Geser Kebawah
PasarSaham

MERI Resmi Jadi Saham Syariah, Siap Melantai di BEI Juli 2025

71
×

MERI Resmi Jadi Saham Syariah, Siap Melantai di BEI Juli 2025

Sebarkan artikel ini
MERI Resmi Jadi Saham Syariah, Siap Melantai di BEI Juli 2025
OJK tetapkan saham PT Merry Riana Edukasi Tbk. (MERI) sebagai Efek Syariah jelang IPO. Saham siap tercatat di BEI 10 Juli 2025, targetkan edukasi halal dan berkelanjutan.

MERI Ditetapkan Sebagai Efek Syariah oleh OJK

JAKARTA, BursaNusantara.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham PT Merry Riana Edukasi Tbk. (MERI) sebagai Efek Syariah berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: KEP-20/PM.02/2025.

Penetapan itu diperkuat dengan terbitnya Daftar Efek Syariah (DES) terbaru tertanggal 22 Mei 2025, sebagaimana tercantum dalam KEP-28/D.04/2025.

Sponsor
Iklan

Saham MERI resmi memenuhi kriteria syariah usai OJK menelaah dokumen pendaftaran dan data pendukung yang diserahkan emiten secara menyeluruh.

Langkah ini menjadi penanda bahwa industri edukasi nonformal mulai dilirik investor syariah yang kian selektif terhadap fundamental dan kepatuhan syariat.

MERI kini bergabung dengan emiten lain dalam ekosistem pasar modal syariah, memperluas diversifikasi pilihan investasi halal di Indonesia.

Saham Edukasi yang Patuh Syariah

Penetapan saham MERI sebagai Efek Syariah bukan sekadar formalitas menjelang IPO, melainkan hasil review ketat atas bisnis, struktur keuangan, dan akad transaksionalnya.

OJK menyatakan evaluasi syariah dilakukan secara periodik mengacu pada laporan keuangan tahunan dan tengah tahunan emiten.

MERI, sebagai perusahaan kursus pendidikan dan soft skill, dinilai menjalankan kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip muamalah Islami.

Dengan bisnis yang berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, MERI dianggap memiliki dampak sosial-ekonomi yang sejalan dengan nilai keberkahan dalam ekonomi syariah.

Kehadiran MERI di daftar Efek Syariah menjadi oase baru di tengah dominasi emiten syariah dari sektor manufaktur dan komoditas.

Strategi IPO: Momentum MERI Menjemput Pasar

MERI tengah melangsungkan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan harga penawaran Rp128 per saham.

Sebanyak 235.132.500 lembar saham ditawarkan kepada publik, dengan nilai nominal Rp12,5 per saham.

Periode penawaran umum berlangsung pada 2–8 Juli 2025, dengan penjatahan dijadwalkan pada 8 Juli dan pencatatan di BEI pada 10 Juli 2025.

Penjamin pelaksana emisi efek dipercayakan kepada PT Lotus Andalan Sekuritas dengan kode broker YJ.

Struktur IPO ini menyasar investor retail dan institusi, terutama dari segmen syariah yang tengah mencari emiten baru berbasis value education.

Alokasi Dana IPO dan Orientasi Keberlanjutan

MERI merinci bahwa sekitar 65% dana hasil IPO akan disalurkan kepada entitas utamanya, PT Merry Riana Edukasi, untuk mendukung program pengembangan platform digital dan perluasan jaringan.

Sementara 35% dana sisanya dialokasikan untuk PT Merry Riana Akademi Tujuh sebagai entitas pendukung, termasuk dalam penguatan infrastruktur operasional dan ekspansi layanan pelatihan.

Fokus pada digitalisasi dan penetrasi pasar luar Pulau Jawa disebut menjadi target utama dalam roadmap pasca-IPO yang diumumkan secara terbuka kepada publik.

Emiten ini berambisi menjangkau 1 juta peserta didik dalam 2 tahun ke depan, menjadikan teknologi edukasi sebagai motor pertumbuhan.

Narasi Syariah dalam Investasi Edukasi

Kehadiran MERI dalam daftar Efek Syariah membuka peluang bagi investor Muslim yang ingin mengintegrasikan nilai spiritual dengan keputusan finansial.

Pasar modal syariah selama ini dikenal kekurangan emiten sektor edukasi yang layak secara fundamental dan patuh prinsip syariat.

MERI hadir membawa narasi baru: edukasi sebagai instrumen ibadah dan investasi sekaligus, yang menyasar profit dan pemberdayaan.

Dengan status efek syariah yang resmi, MERI berpotensi masuk ke dalam portofolio reksa dana syariah dan indeks saham syariah seperti ISSI dan JII70.

Ini akan mendorong peningkatan likuiditas sekaligus memperkuat posisi MERI sebagai pelopor edukasi halal di lantai bursa.

Tantangan dan Momentum Pasar

Di tengah tantangan sektor edukasi yang rentan disrupsi teknologi dan regulasi, MERI memilih jalur syariah untuk menegaskan nilai diferensiasinya.

Dengan memanfaatkan citra personal Merry Riana sebagai tokoh inspiratif, perusahaan membawa pendekatan emosional dan spiritual dalam branding IPO.

Hal ini sejalan dengan tren investasi generasi muda Muslim yang mencari emiten dengan nilai, bukan sekadar valuasi.

MERI juga berpotensi menyentuh segmen diaspora Indonesia di luar negeri yang ingin berinvestasi pada sektor pendidikan halal dan berkelanjutan.

Keberhasilan IPO MERI akan menjadi tolok ukur bagi sektor pendidikan lainnya untuk melirik pasar modal syariah sebagai sumber pendanaan jangka panjang.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan